“Rangkaian kegiatan meliputi Pasrah Tampi Panji, Sarasehan Hari Jadi di masing-masing kecamatan, Prosesi Pengambilan Air dari Enam Mata Air, Ziarah ke Makam Para Pendiri Wonosobo, Bedhol Kedhaton, Tapa Bisu, Hastungkara, hingga Birat Sengkala sebagai rangkaian prosesi menjelang puncak peringatan Hari Jadi,” jelas Fahmi.
Puncak peringatan Hari Jadi Ke-201 Kabupaten Wonosobo dijadwalkan berlangsung pada 24 Juli 2026 melalui Prosesi Pisowanan Agung yang menghadirkan rangkaian adat sebagai simbol penghormatan terhadap sejarah berdirinya Kabupaten Wonosobo.
Momentum tersebut juga akan dimeriahkan dengan Pagelaran Kesenian Utama, Prosesi Ruwat Rambut Gimbal, serta Pagelaran Seni Kerakyatan yang melibatkan para seniman dan masyarakat sebagai ruang ekspresi budaya sekaligus daya tarik wisata daerah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di luar agenda utama tersebut, berbagai kegiatan pendukung juga terus berlangsung di sejumlah wilayah, mulai dari kegiatan sosial, olahraga, pemberdayaan masyarakat, promosi UMKM, hingga perlombaan dan hiburan rakyat yang melibatkan masyarakat secara luas.
Melalui seluruh rangkaian kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Wonosobo berharap peringatan Hari Jadi Ke-201 tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan, menggerakkan perekonomian lokal, serta menghidupkan kembali semangat kolektif masyarakat dalam menjaga, merawat, dan memajukan Wonosobo sebagai rumah bersama.
Editor : A. Nandar











