WONOSOBO – Suasana di Desa Butuh Kidul, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo, memanas setelah insiden dugaan penganiayaan yang melibatkan Sekretaris Desa (Sekdes) dengan salah satu perangkat desa.
Peristiwa itu diduga berkaitan dengan persoalan pencairan dana Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi Jawa Tengah untuk pembangunan infrastruktur desa.
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu malam, 23 Desember 2025, di Balai Desa Butuh Kidul. Informasi ini dibenarkan oleh Penjabat (PJ) Kepala Desa Butuh Kidul, Mugiono, saat dikonfirmasi wartawan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Mugiono, kasus bermula dari keterlambatan pembayaran material dan upah pekerja proyek pembangunan senderan serta betonisasi jalan desa yang bersumber dari dana Bankeu provinsi. Dalam proyek tersebut, Kaur Umum berinisal KF ditunjuk sebagai penanggung jawab kegiatan.
Karena dana belum disalurkan, PJ Kades mempertemukan Sekdes dengan KF pada Senin, 22 Desember 2025, guna membahas pencairan anggaran. Saat itu, Sekdes menyatakan siap mencairkan dana dimaksud dalam waktu dekat. Namun hingga dua hari berlalu, uang tersebut belum juga diserahkan.
Pada Rabu malam, Sekdes kemudian mengirimkan foto setumpuk uang tunai kepada KF melalui pesan WhatsApp sebagai bukti bahwa dana sudah tersedia. Setelah salat Isya, KF mendatangi balai desa untuk memastikan pencairan.
Namun, situasi tiba-tiba berubah tegang ketika Sekdes diduga memukul KF menggunakan pecahan keramik hingga kepala korban mengalami luka dan mengeluarkan darah.
Penulis : A. Nandar
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 Selanjutnya

















