“Melalui kirab ini, kita ingin menghadirkan semangat Hari Jadi hingga ke seluruh pelosok desa, agar tumbuh rasa memiliki, kebanggaan, dan kecintaan terhadap daerah kita tercinta,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati berharap seluruh rangkaian Hari Jadi Ke-201 mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Selain menjadi ruang pelestarian budaya dan penguatan identitas daerah, momentum tersebut juga diharapkan dapat mendorong pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pengembangan ekonomi kreatif, serta pemanfaatan potensi lokal sebagai sumber kesejahteraan masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, rangkaian Hari Jadi tahun ini disesuaikan dengan berbagai kondisi, termasuk situasi ekonomi yang dihadapi bersama. Karena itu, gelar budaya di masing-masing kecamatan tidak diselenggarakan sebagaimana tahun-tahun sebelumnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Afif, keputusan tersebut tidak mengurangi makna Hari Jadi, melainkan mencerminkan semangat kesederhanaan, kebijaksanaan, serta solidaritas sosial.
“Dari situ kita belajar bahwa kebersamaan tidak selalu diwujudkan dalam kemeriahan, tetapi juga dalam sikap saling memahami dan menempatkan keadaan secara bijaksana,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Wonosobo, Fahmi Hidayat, menjelaskan bahwa secara umum rangkaian Hari Jadi Ke-201 tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya.
Berbagai tradisi dan prosesi budaya yang telah menjadi identitas peringatan Hari Jadi kembali digelar sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah dan penguatan jati diri masyarakat Wonosobo.
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya











