14 Sep 2026
instagram youtube tiktok linkedin pinterest

14 Sep 2026

Butuh Kopi Wonosobo, Dari Lereng Sumbing hingga Raih Pengakuan Nasional ‎

- Penulis

Selasa, 30 Juni 2026 - 20:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Usaha kopi milik Sukirno yang tidak hanya berfokus pada bisnis, tetapi juga pemberdayaan petani lokal.

i

Usaha kopi milik Sukirno yang tidak hanya berfokus pada bisnis, tetapi juga pemberdayaan petani lokal.

WONOSOBO, DiengPost.com – Di lereng Gunung Sumbing, tepatnya di Desa Butuh, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo, berdiri sebuah usaha kopi yang tidak hanya berfokus pada bisnis, tetapi juga pemberdayaan petani lokal.

Usaha tersebut adalah Butuh Kopi Wonosobo milik Sukirno, yang telah dirintis sejak tahun 2017. Berkat konsistensi menjaga kualitas, Butuh Kopi Wonosobo berhasil menorehkan berbagai prestasi.

Pada 2019, kopi arabika dari Desa Butuh meraih juara III dalam ajang uji cita rasa kopi arabika. Sementara pada ajang KKSI Cupping Score 2025, kopi dari Butuh kembali mencatat prestasi dengan masuk dalam jajaran 12 besar nasional.

Baca Juga:  Anggaran DPUPR Tahun 2025 Dipangkas 66 Persen, 69 Ruas Jalan di Wonosobo Tetap Digarap

‎Pemilik Butuh Kopi Wonosobo, Sukirno, mengatakan perjalanan mengembangkan kopi di Desa Butuh dimulai dari keinginannya mengangkat potensi kopi lereng Gunung Sumbing sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani setempat.

‎“Sejak 2017, kami mulai merintis Butuh Kopi dengan harapan kopi dari Desa Butuh bisa dikenal lebih luas. Kami tidak hanya menjual kopi, tetapi juga berupaya memberdayakan para petani di desa,” ujar Sukirno, pada Senin (29/6/26).

Baca Juga:  Penyambungan Pipa Baru Mangli Ganggu Aliran Air, Tirta Aji Kerahkan Dropping untuk Pelanggan Selomerto

‎Saat ini, Sukirno mengelola sekitar 1.500 tanaman kopi miliknya sendiri. Selain itu, ia juga menjadi mitra bagi petani setempat dengan membeli hasil panen lebih dari 5.000 tanaman kopi milik warga Desa Butuh dalam bentuk cherry atau buah kopi segar.

‎Menurutnya, kondisi geografis lereng Gunung Sumbing yang memiliki tanah subur dan iklim sejuk menjadi faktor penting yang memengaruhi kualitas kopi yang dihasilkan.

Editor : A. Nandar

Follow WhatsApp Channel wonosobo.diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Latih Kemandirian, Santri Ponpes Entrepreneur Ar-Ridwan Wonosobo Unjuk Inovasi Produk
Capai Akreditasi Unggul, Unsiq Jateng Wisuda 928 Lulusan di Wonosobo
Kebakaran Rumah Warga Kalikuto Kertek Diduga Dipicu Korsleting Listrik
Berbekal KIP-K, Anak Pembuat Marning Jagung Asal Wonosobo Raih Wisudawan Terbaik UIN Walisongo
Polsek Sapuran Ringkus Pelaku Begal Payudara di Jalur Kalibawang Wonosobo
Patroli Tim URC Polres Wonosobo Intensif Cegah Kejahatan Jalanan
Upaya Musnahkan Bukti Terungkap, Polisi Kejar Satu DPO Perampokan SPBU Selokromo
Polisi Sita Barang Bukti Rp467 Juta Kasus Perampokan SPBU Selokromo

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 07:12 WIB

Latih Kemandirian, Santri Ponpes Entrepreneur Ar-Ridwan Wonosobo Unjuk Inovasi Produk

Rabu, 26 Agustus 2026 - 17:46 WIB

Capai Akreditasi Unggul, Unsiq Jateng Wisuda 928 Lulusan di Wonosobo

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:03 WIB

Kebakaran Rumah Warga Kalikuto Kertek Diduga Dipicu Korsleting Listrik

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:52 WIB

Berbekal KIP-K, Anak Pembuat Marning Jagung Asal Wonosobo Raih Wisudawan Terbaik UIN Walisongo

Minggu, 23 Agustus 2026 - 08:40 WIB

Polsek Sapuran Ringkus Pelaku Begal Payudara di Jalur Kalibawang Wonosobo

Berita Terbaru