WONOSOBO, DiengPost.com – Di lereng Gunung Sumbing, tepatnya di Desa Butuh, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo, berdiri sebuah usaha kopi yang tidak hanya berfokus pada bisnis, tetapi juga pemberdayaan petani lokal.
Usaha tersebut adalah Butuh Kopi Wonosobo milik Sukirno, yang telah dirintis sejak tahun 2017. Berkat konsistensi menjaga kualitas, Butuh Kopi Wonosobo berhasil menorehkan berbagai prestasi.
Pada 2019, kopi arabika dari Desa Butuh meraih juara III dalam ajang uji cita rasa kopi arabika. Sementara pada ajang KKSI Cupping Score 2025, kopi dari Butuh kembali mencatat prestasi dengan masuk dalam jajaran 12 besar nasional.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemilik Butuh Kopi Wonosobo, Sukirno, mengatakan perjalanan mengembangkan kopi di Desa Butuh dimulai dari keinginannya mengangkat potensi kopi lereng Gunung Sumbing sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani setempat.
“Sejak 2017, kami mulai merintis Butuh Kopi dengan harapan kopi dari Desa Butuh bisa dikenal lebih luas. Kami tidak hanya menjual kopi, tetapi juga berupaya memberdayakan para petani di desa,” ujar Sukirno, pada Senin (29/6/26).
Saat ini, Sukirno mengelola sekitar 1.500 tanaman kopi miliknya sendiri. Selain itu, ia juga menjadi mitra bagi petani setempat dengan membeli hasil panen lebih dari 5.000 tanaman kopi milik warga Desa Butuh dalam bentuk cherry atau buah kopi segar.
Menurutnya, kondisi geografis lereng Gunung Sumbing yang memiliki tanah subur dan iklim sejuk menjadi faktor penting yang memengaruhi kualitas kopi yang dihasilkan.
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 Selanjutnya











