WONOSOBO, DiengPost.com – Tim penyidik Kejaksaan Negeri Wonosobo menemukan indikasi baru dalam kasus dugaan korupsi bansos PKH. Ratusan kartu ATM bansos PKH ditemukan tak terdistribusi kepada penerima manfaat.
Kepala Seksi Intelijen Kejari Wonosobo, Agung Dhedi Dwi Handes, mengungkapkan temuan tersebut kepada wartawan. Ia menyebut hampir 600 kartu ATM beserta buku rekening tidak sampai ke tangan penerima.
“Sekadar bocoran saja, kemarin tim penyidik menemukan hampir sekitar 600 kartu ATM dari milik si penerima manfaat yang tidak didistribusikan kepada penerima manfaat, termasuk buku rekeningnya,” ujarnya.
Temuan ini memunculkan pertanyaan besar bagi tim penyidik. Status dana di dalam rekening-rekening tersebut kini menjadi fokus pendalaman.
Kejaksaan akan berkoordinasi dengan pihak perbankan terkait temuan ini. Koordinasi tersebut bertujuan memastikan keberadaan dana yang seharusnya diterima masyarakat.
Penyidik juga akan menelusuri kemungkinan penarikan dana oleh pihak lain. Langkah ini penting untuk mengungkap aliran dana secara menyeluruh.
Dugaan Penggunaan Mesin EDC
Agung turut mengonfirmasi dugaan penggunaan mesin Electronic Data Capture dalam pencairan dana. Mesin tersebut diduga digunakan untuk mencairkan sebagian bantuan PKH.
Penulis : A. Nandar
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 Selanjutnya







