WONOSOBO, DiengPost.com – Pascasarjana Universitas Sains Al-Qur’an Jawa Tengah merespons krisis lingkungan melalui seminar nasional pada Kamis, 23 Juli 2026.
Kegiatan akademik bertema Agama di Tengah Krisis Lingkungan tersebut berlangsung di Gedung Pascasarjana UNSIQ, Kabupaten Wonosobo.
Isu krisis ekologi merupakan persoalan universal. Dampaknya dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang sosial maupun agama.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Direktur Pascasarjana UNSIQ, Dr. H. Ngarifin Shidiq, M.Ag., menekankan pentingnya peran aktif ulama. Tokoh agama harus membina kesadaran ekologis warga.
Ngarifin menjelaskan bahwa Islam secara tegas mengajarkan kepedulian lingkungan. Menurutnya, kerusakan alam terjadi akibat keserakahan dan penyalahgunaan wewenang manusia.
Manusia memang menerima amanah mengelola bumi. Namun, praktik di lapangan kerap mengabaikan kelestarian alam demi keuntungan pragmatis semata.
Sikap Tegas Terhadap Tambang Ormas
Ngarifin juga memberikan pandangan kritis terkait izin pengelolaan tambang untuk organisasi kemasyarakatan keagamaan. Langkah ini memiliki sisi positif dan negatif.
Penulis : A. Nandar
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 Selanjutnya











