Untuk mendukung keberhasilan Program MBG, Dinas Kesehatan memperkuat pengawasan melalui inspeksi kesehatan lingkungan, pemeriksaan sampel makanan dan air, pelatihan higiene sanitasi pangan, penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), pembentukan Tim Pengawas Keamanan Pangan, penyediaan bank sampel makanan, pembentukan Tim Gerak Cepat penanganan keracunan pangan, hingga penyediaan layanan pengaduan (hotline).
Juru Bicara Tim Asistensi Visi dan Misi RPJMD Kabupaten Wonosobo, Tolkhah Mahsun, menekankan bahwa pelayanan kesehatan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia juga meminta Dinas Kesehatan mengawasi secara langsung pelaksanaan Program MBG agar standar sanitasi, higiene, kehalalan, keamanan pangan, dan kecukupan gizi dapat terpenuhi.
Menurutnya, masih terdapat penyelenggara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belum memenuhi standar. Selain itu, penanganan peserta BPJS Kesehatan yang kepesertaannya tidak aktif, baik dari skema Penerima Bantuan Iuran (PBI) pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, perlu segera ditindaklanjuti.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebagai tindak lanjut, seluruh puskesmas diminta menyampaikan data keaktifan peserta BPJS di wilayah kerja masing-masing. Tim Asistensi juga mengusulkan pembentukan forum koordinasi yang melibatkan Kepala SPPG, Dandim, dan perangkat daerah untuk memperkuat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Wonosobo.
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2











