Wonosobo Gelar Grebeg Suran Lintas Agama ke-12, Perkuat Harmoni Keberagaman

- Penulis

Kamis, 2 Juli 2026 - 07:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Grebeg Suran Lintas Agama dan Budaya ke-12 Tahun 2026 di Pendopo Kabupaten Wonosobo, Rabu (01/07/2026).

i

Grebeg Suran Lintas Agama dan Budaya ke-12 Tahun 2026 di Pendopo Kabupaten Wonosobo, Rabu (01/07/2026).

Bupati menyebut P3HK sebagai inovasi membanggakan karena menjadi yang pertama di Jawa Tengah, bahkan di Indonesia. Kehadirannya diharapkan memperkuat harmoni mulai dari lingkungan keluarga hingga masyarakat luas.

Selain itu, Pemkab Wonosobo mengajak masyarakat berpartisipasi dalam Pengukuran Indeks Harmoni Indonesia Tahun 2026. Partisipasi ini dilakukan melalui pengisian e-Survei Indeks Harmoni Indonesia.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Wonosobo Drs. Agus Kristiono mengatakan, Grebeg Suran Lintas Agama kini berkembang menjadi lebih dari sekadar agenda budaya tahunan. Menurutnya, kegiatan ini menjadi ruang strategis memperkuat nilai-nilai kebangsaan sekaligus mempertebal ketahanan sosial.

“Kerukunan tidak cukup hanya dipertahankan, tetapi harus terus dibangun melalui ruang-ruang perjumpaan masyarakat. Grebeg Suran menjadi bukti bahwa keberagaman dapat menjadi energi persatuan, memperkuat kebangsaan, dan membangun kolaborasi lintas agama maupun budaya demi menjaga kondusivitas daerah,” ujar Agus.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah Dr. H. Syaiful Mujab mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan Grebeg Suran selama 12 tahun. Ia menilai kegiatan ini layak menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia.

Baca Juga:  Pemkab Gelar Sosialisasi Cukai dan Ekspor, UMKM Wonosobo Siap Go Global

“Dua belas tahun kegiatan ini terus berjalan, dan mungkin hanya ada di Wonosobo. Kerukunan yang telah terbangun harus terus kita rawat, terutama kepada generasi muda. Tugas kita ke depan adalah memastikan nilai-nilai toleransi, tradisi, dan budaya tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ungkapnya.

Sebagai penutup, peserta mengikuti kirab tumpeng dan gunungan yang melibatkan unsur lintas agama, tokoh budaya, dan masyarakat. Kirab ini menjadi simbol ungkapan syukur atas keberkahan alam dan kehidupan masyarakat yang damai di Kabupaten Wonosobo.

Penulis : A. Nandar

Editor : A. Nandar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel wonosobo.diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sah Sesuai AD/ART, Musda XI Golkar Wonosobo Kukuhkan Imam Teguh Jadi Ketua
Stok Aman, Penebusan Pupuk Subsidi Wonosobo Kian Praktis Lewat Aplikasi i-Pubers
DPD Jateng : Musda Golkar Wonosobo Sah, Imam Teguh Purnomo Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Wonosobo
Unik, Bocah Kaliwiro Minta Naik Kuda Sebelum Cukur Rambut Gimbal di Hari Jadi Wonosobo
Lestarikan Tradisi, Tujuh Anak Ikuti Ruwat Cukur Rambut Gimbal di Wonosobo
M Abdullah Surati Bupati Purworejo Minta Kepastian Pengunduran Diri dari Dewan Pendidikan
Menengok Sanera Lounge, Wadah Santai dan Ruang Kreatif Baru di Wonosobo
Puncak Hari Jadi Wonosobo ke-201 Meriah dengan Prosesi Pisowanan Agung

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:55 WIB

Sah Sesuai AD/ART, Musda XI Golkar Wonosobo Kukuhkan Imam Teguh Jadi Ketua

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:30 WIB

Stok Aman, Penebusan Pupuk Subsidi Wonosobo Kian Praktis Lewat Aplikasi i-Pubers

Senin, 27 Juli 2026 - 10:00 WIB

DPD Jateng : Musda Golkar Wonosobo Sah, Imam Teguh Purnomo Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Wonosobo

Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:24 WIB

Unik, Bocah Kaliwiro Minta Naik Kuda Sebelum Cukur Rambut Gimbal di Hari Jadi Wonosobo

Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:11 WIB

Lestarikan Tradisi, Tujuh Anak Ikuti Ruwat Cukur Rambut Gimbal di Wonosobo

Berita Terbaru