Dua Aktivis Ditangkap Paksa di Semarang, PMII Wonosobo Kecam Pembungkaman Gerakan Sipil

- Penulis

Senin, 1 Desember 2025 - 19:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PMII Wonosobo menggelar aksi solidaritas di depan Mapolres Wonosobo, Senin (1/12/2025), sebagai bentuk protes atas penangkapan paksa dua aktivis di Semarang.

i

PMII Wonosobo menggelar aksi solidaritas di depan Mapolres Wonosobo, Senin (1/12/2025), sebagai bentuk protes atas penangkapan paksa dua aktivis di Semarang.

WONOSOBO – PMII Wonosobo menggelar aksi solidaritas di depan Mapolres Wonosobo, Senin (1/12/2025), sebagai bentuk protes atas penangkapan paksa dua aktivis di Semarang. Aksi berlangsung aman dengan membawa pesan bahwa penggunaan upaya paksa terhadap warga sipil adalah ancaman serius bagi demokrasi.

Penangkapan terhadap Adetya Pramandira, staf WALHI Jawa Tengah, dan Fathul Munif dari Aksi Kamisan Semarang dilakukan sekitar pukul 06.45 WIB. PMII Wonosobo menilai tindakan Polrestabes Semarang itu merupakan bentuk pembungkaman ruang kritik dan mengabaikan prinsip negara hukum.

Baca Juga:  Ratusan Guru Hadiri Talk Show, Bupati Afif Tekankan Peran Orang Tua dalam Penguatan Karakter

Ketua PC PMII Wonosobo, Ahmad Nur Sholih, mengecam tindakan tersebut dan menyebutnya sebagai preseden buruk.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Penangkapan ini jelas mencederai hak asasi manusia,” ujarnya.

Baca Juga:  Hari Kedua Operasi, Petugas Tertibkan Kabel FO Semrawut di Wonosobo

Ia menambahkan bahwa tindakan itu menunjukkan pola kriminalisasi yang berulang.

“Kami menolak praktik yang mengancam kebebasan berpendapat,” tegasnya.

Selain menyoroti peristiwa di Semarang, PMII Wonosobo juga menilai penanganan hukum terhadap puluhan orang terkait kasus akhir Agustus–awal September 2025 dilakukan secara serampangan. Mereka menyebut pola tersebut berbahaya bagi kebebasan sipil dan membuka ruang kesewenang-wenangan aparat.

Editor : A. Nandar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel wonosobo.diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

NasDem Wonosobo Soroti Cover Majalah Tempo, Dinilai Kurang Berimbang
Angin Kencang Rusak 20 Rumah di Garung Wonosobo Saat Hujan 4 Jam
Polisi Olah TKP Kecelakaan Kertek Pakai 3D, Lalu Lintas Sempat Ditutup
Lewat Dapur MBG, Yayasan Bina Keluarga Sehat Sejahtera Salurkan CSR 200 Kursi ke Pesantren di Wonosobo
Kecelakaan Beruntun Jalur Tengkorak Kertek Wonosobo, Korban Tewas Bertambah Jadi Dua Orang, Tiga Lainnya Luka-luka
Kecelakaan Beruntun di Jalur Tengkorak Kertek Wonosobo, Satu Tewas Empat Luka-luka
Perajin Tahu di Wonosobo Sesuaikan Produksi Imbas Kenaikan Harga Kedelai Impor
Pembangunan Sekolah Rakyat di Lahan PT Tambi Picu Polemik, Pemkab Wonosobo Siapkan Anggaran Pengganti Lapangan

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 14:12 WIB

NasDem Wonosobo Soroti Cover Majalah Tempo, Dinilai Kurang Berimbang

Senin, 13 April 2026 - 12:42 WIB

Angin Kencang Rusak 20 Rumah di Garung Wonosobo Saat Hujan 4 Jam

Senin, 13 April 2026 - 12:39 WIB

Polisi Olah TKP Kecelakaan Kertek Pakai 3D, Lalu Lintas Sempat Ditutup

Sabtu, 11 April 2026 - 12:54 WIB

Lewat Dapur MBG, Yayasan Bina Keluarga Sehat Sejahtera Salurkan CSR 200 Kursi ke Pesantren di Wonosobo

Kamis, 9 April 2026 - 10:06 WIB

Kecelakaan Beruntun Jalur Tengkorak Kertek Wonosobo, Korban Tewas Bertambah Jadi Dua Orang, Tiga Lainnya Luka-luka

Berita Terbaru