WONOSOBO – Operasi penertiban jaringan internet di Wonosobo memasuki babak lebih keras. Pada hari kedua pelaksanaan, petugas kembali melakukan tindakan tegas dengan memotong sejumlah kabel fiber optik milik provider yang belum mengantongi izin resmi.
Penertiban ini dilakukan untuk memastikan penataan infrastruktur telekomunikasi berjalan sesuai aturan, terutama terhadap jaringan yang dipasang tidak sesuai titik maupun tidak terdaftar. Dua provider yang masuk jadwal pembinaan juga ikut ditindak hari ini, yakni PT Taksa dan MyRepublic.
Kepala Bidang Bina Program, Dani Ardiansyah, menuturkan bahwa penindakan di hari kedua berjalan lebih efektif. PT Taksa juga langsung menuntaskan perizinan dan menerima penandaan sebagai provider legal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Yang kita lakukan hari ini, pertama menyelesaikan perizinan PT Taksa, dan kedua menertibkan MyRepublic. Dua ISP ini masuk jadwal pembinaan,” ujar Dani, Selasa (2/12/25).
Dani menjelaskan, pemotongan kabel dilakukan pada jalur-jalur yang tidak masuk data resmi serta pemasangan yang melanggar ketentuan titik. Langkah ini merupakan bagian dari SOP pembinaan yang telah disusun selama dua tahun dan kini mulai ditegakkan di lapangan.
Selain izin, Pemkab juga memprioritaskan penertiban kabel-kabel yang dipasang sembarangan dan membuat ruang publik terlihat semrawut. Jaringan yang melintas di tiang tidak berizin atau menyalahi aturan tiang bersama langsung dipotong di lokasi.
“Kabel-kabel ini sudah terlalu marak dan tidak teratur. Penertiban harus ditegakkan agar penataan kota lebih rapi,” tegas Dani.
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 Selanjutnya

















