WONOSOBO, DiengPost.com – Langit pagi di Alun-alun Wonosobo dipenuhi warna-warni balon udara pada puncak Festival Mudik 2026, Minggu (29/3/2026). Sebanyak 45 balon udara tradisional diterbangkan secara serentak dengan sistem ditambatkan, disaksikan ribuan warga yang memadati lokasi sejak dini hari.
Antusiasme pengunjung terlihat sejak dini hari. Sejumlah warga bahkan rela datang sekitar pukul 02.00 WIB demi mendapatkan sudut pandang terbaik. Ketika matahari mulai naik, puluhan balon dengan motif beragam perlahan mengudara, menjadi pusat perhatian ribuan pasang mata yang menatap langit Wonosobo.
Tradisi balon udara di daerah ini bukan fenomena baru. Sejak era 1920-an, masyarakat Wonosobo telah menjadikannya sebagai bagian dari perayaan Lebaran. Kini, tradisi tersebut dikemas dalam bentuk festival agar lebih aman sekaligus menarik wisatawan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Direktur Utama AirNav Indonesia, Capt. Avirianto Suratno, menegaskan dukungan terhadap tradisi tersebut selama tetap mengedepankan aspek keselamatan penerbangan.
“Tradisi ini tetap kita dukung, tetapi keselamatan penerbangan harus menjadi prioritas. Karena itu kami terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar balon udara diterbangkan secara ditambatkan dan tidak dilepas secara liar,” ujarnya.
Masih Ada Balon Udara Liar Ditemukan
Meski demikian, pihaknya masih menemukan adanya balon udara yang terlepas tanpa kendali di beberapa wilayah.
“Sejauh ini memang masih ada beberapa laporan balon udara yang lepas. Kemarin ada sekitar empat balon yang terdeteksi lepas di wilayah Kebumen dan Pekalongan. Ini yang terus kami edukasi agar ke depan tidak terjadi lagi,” kata Avirianto.
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

















