Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menyebut, festival ini tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga berdampak pada sektor ekonomi dan pariwisata daerah. Menurutnya, peningkatan jumlah pengunjung setiap tahun menjadi indikator positif bagi geliat ekonomi lokal.
“Tradisi ini berkembang menjadi penguatan ekonomi sekaligus memperkuat sektor pariwisata di Kabupaten Wonosobo. Antusiasme masyarakat setiap tahun terus meningkat,” kata Afif.
Ia menambahkan, rangkaian Festival Mudik 2026 tidak hanya terpusat di alun-alun, melainkan tersebar di 23 titik di berbagai wilayah Wonosobo. Balon dengan desain terbaik dari masing-masing titik kemudian ditampilkan pada puncak acara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lonjakan pengunjung turut membawa dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar, terutama pedagang dan pelaku usaha kecil. Perputaran uang selama festival diperkirakan mencapai miliaran rupiah, seiring ramainya destinasi wisata di Wonosobo.
“Kalau melihat antusiasme masyarakat seperti ini tentu perputaran ekonominya besar. Destinasi wisata di Wonosobo juga penuh dikunjungi wisatawan,” ujarnya.
Selain kemeriahan acara, perhatian terhadap kebersihan juga menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan festival. Komunitas Omah Alam tampak aktif berkeliling mengumpulkan sampah yang ditinggalkan pengunjung guna menjaga lingkungan tetap bersih.
Pemerintah daerah bersama AirNav Indonesia, TNI-Polri, dan Forkopimda terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat agar tidak menerbangkan balon udara secara liar, apalagi yang disertai petasan karena berisiko terhadap keselamatan penerbangan.
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya











