Perselisihan di media sosial tersebut kemudian berkembang menjadi konflik antar remaja. Seorang siswi lain berinisial K disebut ikut terlibat dalam percakapan bernada sindiran tersebut.
Situasi itu diduga memicu emosi sejumlah pelajar hingga akhirnya berujung pada tindakan perundungan terhadap korban.
“Informasi yang kami terima, awalnya memang saling sindir di media sosial. Dari situ kemudian berkembang menjadi masalah antar anak-anak,” ujar Alfiyah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Peristiwa dugaan perundungan tersebut disebut terjadi setelah kegiatan sekolah selesai. Saat itu sebagian besar siswa sudah pulang usai mengikuti kegiatan belajar.
Korban diketahui merupakan siswi kelas IX berinisial S yang mengikuti kegiatan sekolah di MTs Ma’arif Kejajar. Ia berasal dari kelas jauh yang berada di wilayah Sembungan.
“Korban ini kelas IX dari kelas jauh di Sembungan. Saat ada kegiatan seperti ujian atau gladi, anak-anak memang datang ke sekolah di sini,” jelas Alfiyah.
Korban Sempat Dibawa ke Luar Ilayah Kejajar
Berdasarkan informasi yang diterima pihak sekolah, korban kemudian dibawa ke lokasi lain di wilayah Kejajar oleh sejumlah pelajar dari beberapa sekolah.
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya

















