WONOSOBO, DiengPost.com – Puluhan massa mahasiswa dan komunitas menggelar aksi solidaritas di Alun-alun Wonosobo, Kamis (26/2/2026). Aksi ini digelar untuk menyikapi kasus penganiayaan terhadap Arianto Tawakal yang berujung meninggal dunia.
Aksi tersebut diikuti puluhan orang dari PMII Wonosobo, Sekepal Oemat, Teater Banyu, Aksi Kamisan Wonosobo, serta Lapak Baca. Massa menyampaikan sikap melalui refleksi, orasi, dan pasar gratis.
“Institusi Kepolisian Republik Indonesia hari ini tidak lebih dari sekadar mesin represi yang telah kehilangan rupa kemanusiaannya,” kata Ketua PC PMII Wonosobo, Ahmad Nur Sholih.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rangkaian kegiatan diisi refleksi bersama, lapak baca, pembacaan puisi, pertunjukan teatrikal, live mural, musik, pasar gratis, serta buka puasa bersama. Seluruh agenda dipusatkan di Alun-alun Wonosobo.
Aksi solidaritas ini digelar menyusul meninggalnya Arianto Tawakal, seorang pelajar berusia 14 tahun asal Tual, Maluku. Kasus tersebut menjadi perhatian publik dan memicu gelombang solidaritas.
“Kematian Arianto Tawakal bukanlah kebetulan, melainkan tindak pidana pembunuhan dan pelanggaran Hak Asasi Manusia,” ujar Ahmad Nur Sholih.
Arianto Meninggal Diduga Dianiaya Anggota Polisi
Diketahui, Arianto Tawakal meninggal dunia akibat dugaan penganiayaan oleh Bripda Masias Siahaya, anggota Brimob Polda Maluku. Peristiwa itu terjadi di Jalan RSUD Maren, Kota Tual, Maluku, pada Kamis pagi, 19 Februari 2026.
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 Selanjutnya

















