WONOSOBO, DiengPost.com – Yayasan Jagat Tunas Bumi (JATUBU) memperkuat gerakan reboisasi dan mitigasi bencana dengan menyalurkan 193.000 bibit tanaman di berbagai kawasan hutan dan wilayah penyangga di Kabupaten Wonosobo.
Program ini dijalankan sebagai upaya pemulihan lahan kritis sekaligus penguatan fungsi resapan air guna menekan potensi longsor dan banjir di sejumlah kecamatan rawan bencana.
“Penghijauan tidak boleh asal tanam. Harus memperkuat ekosistem dan sekaligus memberi manfaat nyata bagi masyarakat agar kelestarian bisa dijaga bersama,” ujar Ketua Yayasan Jagat Tunas Bumi, Mantep Abdul Ghoni, Jum’at (30/1/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ratusan ribu bibit tersebut terdiri dari tanaman buah dan tanaman kehutanan. Untuk tanaman buah meliputi kopi, durian, alpukat, manggis, dan nangka.
Sementara tanaman kehutanan yang disalurkan antara lain puspa, damar, beringin, jenitri, kayu manis, serta gaharu yang disesuaikan dengan karakter wilayah dan kebutuhan ekologis.
“Penanaman ini bukan sekadar kegiatan simbolik. Ini adalah pengingat bahwa kondisi Telaga Menjer sedang tidak baik-baik saja. Reboisasi harus berjalan seiring dengan penataan ruang dan pengawasan pembangunan agar kerusakan lingkungan tidak terus berulang,” tegasnya.
Program penanaman dilaksanakan dalam periode September 2025 hingga Februari 2026 dengan memanfaatkan musim hujan agar tingkat keberhasilan tanam lebih optimal.
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 Selanjutnya

















