LPK Bina Mandiri Jalin Kerja Sama dengan ACE Jepang, Buka Peluang Ratusan Welder Asal Wonosobo Bekerja di Negeri Sakura

- Penulis

Senin, 22 Desember 2025 - 07:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perwakilan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Revina Purnama Panjaitan saat mengunjungi LPK Bina Mandiri di Jlamprang, Wonosobo.

i

Perwakilan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Revina Purnama Panjaitan saat mengunjungi LPK Bina Mandiri di Jlamprang, Wonosobo.

WONOSOBO – Peluang bagi tenaga kerja asal Indonesia untuk meniti karier di Jepang kembali terbuka lebar. Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Bina Mandiri Wonosobo resmi menggandeng ACE Jepang dalam upaya menyiapkan welder atau tenaga pengelasan terampil guna memenuhi kebutuhan industri di Negeri Sakura.

Kerja sama tersebut dituangkan dalam penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang digelar di Wonosobo, Sabtu (20/12/2025). Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk menyalurkan tenaga kerja asal Jawa Tengah, terutama Wonosobo, ke sektor industri Jepang seperti ship building, oil and gas, serta konstruksi.

Baca Juga:  UMK Wonosobo 2026 Naik 6,76 Persen, Usulan Dikirim ke Pemprov

Direktur LPK Bina Mandiri, Doni Khojin, menegaskan bahwa lembaganya sejak awal berkomitmen menyiapkan sumber daya manusia dengan keterampilan mumpuni dan kompetitif di pasar global.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami fokus mencetak tenaga pengelasan yang benar-benar siap kerja, baik di industri perkapalan, migas, maupun konstruksi. Langkah ini juga bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam peningkatan tenaga kerja terampil,” ujar Doni.

Menurutnya, potensi tenaga kerja dari Wonosobo cukup besar. Minat masyarakat terhadap bidang pengelasan terus meningkat, ditambah dengan kesiapan LPK Bina Mandiri dalam menyediakan fasilitas pelatihan dan sertifikasi.

Baca Juga:  Warga Kalianget Geger Temuan Pria 53 Tahun Meninggal di Depan Rumah Kosong

Setiap tahun, lembaga tersebut melatih lebih dari 800 peserta, dengan sekitar 30 persen berasal dari Wonosobo dan 70 persen dari luar daerah. Program pelatihan disesuaikan kebutuhan industri, dengan durasi bervariasi antara satu hingga tiga bulan.

“Untuk bidang ship building pelatihan berlangsung sekitar satu bulan, sedangkan untuk oil and gas dan piping bertekanan bisa mencapai tiga bulan,” jelasnya.

Penulis : A. Nandar

Editor : A. Nandar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel wonosobo.diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pelayanan Dinilai Transparan dan Akuntabel, Imigrasi Wonosobo Dapat Penghargaan
Cegah Longsor di Jalur Baru Jalisu, Ratusan Pohon Damar Ditanam Bertahap
Rampung Musda, Susunan Kepengurusan Golkar Wonosobo Resmi Diserahkan ke DPD I Jateng
PDAM Tirta Aji Wonosobo Tegaskan Tidak Ada Kenaikan Tarif Air Sejak 4 Tahun Terakhir
Jelang Idul Adha, Sapi 1 Ton Asal Kalikajar Dipilih Jadi Kurban Presiden
Hemat Energi! Belasan Keluarga di Wonosobo Gunakan Sumber Energi Mandiri Sejak 1955
Hidupkan Sektor Wisata, Wisata Bukit Sembrani Watumalang Siap Jadi Magnet Baru
Bantah Isu Ilegal, Kuasa Hukum Sebut Legalitas Musda Golkar Wonosobo Manifestasi Instruksi Partai

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 11:08 WIB

Pelayanan Dinilai Transparan dan Akuntabel, Imigrasi Wonosobo Dapat Penghargaan

Rabu, 27 Mei 2026 - 11:07 WIB

Cegah Longsor di Jalur Baru Jalisu, Ratusan Pohon Damar Ditanam Bertahap

Senin, 18 Mei 2026 - 15:59 WIB

Rampung Musda, Susunan Kepengurusan Golkar Wonosobo Resmi Diserahkan ke DPD I Jateng

Sabtu, 16 Mei 2026 - 21:39 WIB

PDAM Tirta Aji Wonosobo Tegaskan Tidak Ada Kenaikan Tarif Air Sejak 4 Tahun Terakhir

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:57 WIB

Jelang Idul Adha, Sapi 1 Ton Asal Kalikajar Dipilih Jadi Kurban Presiden

Berita Terbaru