13 Sep 2026
instagram youtube tiktok linkedin pinterest

13 Sep 2026

LPK Bina Mandiri Jalin Kerja Sama dengan ACE Jepang, Buka Peluang Ratusan Welder Asal Wonosobo Bekerja di Negeri Sakura

- Penulis

Senin, 22 Desember 2025 - 07:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perwakilan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Revina Purnama Panjaitan saat mengunjungi LPK Bina Mandiri di Jlamprang, Wonosobo.

i

Perwakilan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Revina Purnama Panjaitan saat mengunjungi LPK Bina Mandiri di Jlamprang, Wonosobo.

WONOSOBO – Peluang bagi tenaga kerja asal Indonesia untuk meniti karier di Jepang kembali terbuka lebar. Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Bina Mandiri Wonosobo resmi menggandeng ACE Jepang dalam upaya menyiapkan welder atau tenaga pengelasan terampil guna memenuhi kebutuhan industri di Negeri Sakura.

Kerja sama tersebut dituangkan dalam penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang digelar di Wonosobo, Sabtu (20/12/2025). Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk menyalurkan tenaga kerja asal Jawa Tengah, terutama Wonosobo, ke sektor industri Jepang seperti ship building, oil and gas, serta konstruksi.

Baca Juga:  UMK Wonosobo 2026 Naik 6,76 Persen, Usulan Dikirim ke Pemprov

Direktur LPK Bina Mandiri, Doni Khojin, menegaskan bahwa lembaganya sejak awal berkomitmen menyiapkan sumber daya manusia dengan keterampilan mumpuni dan kompetitif di pasar global.

“Kami fokus mencetak tenaga pengelasan yang benar-benar siap kerja, baik di industri perkapalan, migas, maupun konstruksi. Langkah ini juga bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam peningkatan tenaga kerja terampil,” ujar Doni.

Menurutnya, potensi tenaga kerja dari Wonosobo cukup besar. Minat masyarakat terhadap bidang pengelasan terus meningkat, ditambah dengan kesiapan LPK Bina Mandiri dalam menyediakan fasilitas pelatihan dan sertifikasi.

Baca Juga:  Warga Kalianget Geger Temuan Pria 53 Tahun Meninggal di Depan Rumah Kosong

Setiap tahun, lembaga tersebut melatih lebih dari 800 peserta, dengan sekitar 30 persen berasal dari Wonosobo dan 70 persen dari luar daerah. Program pelatihan disesuaikan kebutuhan industri, dengan durasi bervariasi antara satu hingga tiga bulan.

“Untuk bidang ship building pelatihan berlangsung sekitar satu bulan, sedangkan untuk oil and gas dan piping bertekanan bisa mencapai tiga bulan,” jelasnya.

Penulis : A. Nandar

Editor : A. Nandar

Follow WhatsApp Channel wonosobo.diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Latih Kemandirian, Santri Ponpes Entrepreneur Ar-Ridwan Wonosobo Unjuk Inovasi Produk
Capai Akreditasi Unggul, Unsiq Jateng Wisuda 928 Lulusan di Wonosobo
Kebakaran Rumah Warga Kalikuto Kertek Diduga Dipicu Korsleting Listrik
Berbekal KIP-K, Anak Pembuat Marning Jagung Asal Wonosobo Raih Wisudawan Terbaik UIN Walisongo
Polsek Sapuran Ringkus Pelaku Begal Payudara di Jalur Kalibawang Wonosobo
Patroli Tim URC Polres Wonosobo Intensif Cegah Kejahatan Jalanan
Upaya Musnahkan Bukti Terungkap, Polisi Kejar Satu DPO Perampokan SPBU Selokromo
Polisi Sita Barang Bukti Rp467 Juta Kasus Perampokan SPBU Selokromo

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 07:12 WIB

Latih Kemandirian, Santri Ponpes Entrepreneur Ar-Ridwan Wonosobo Unjuk Inovasi Produk

Rabu, 26 Agustus 2026 - 17:46 WIB

Capai Akreditasi Unggul, Unsiq Jateng Wisuda 928 Lulusan di Wonosobo

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:03 WIB

Kebakaran Rumah Warga Kalikuto Kertek Diduga Dipicu Korsleting Listrik

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:52 WIB

Berbekal KIP-K, Anak Pembuat Marning Jagung Asal Wonosobo Raih Wisudawan Terbaik UIN Walisongo

Minggu, 23 Agustus 2026 - 08:40 WIB

Polsek Sapuran Ringkus Pelaku Begal Payudara di Jalur Kalibawang Wonosobo

Berita Terbaru