LPK Bina Mandiri Siapkan Welder Berstandar, Buka Peluang Kerja Luar Negeri

- Penulis

Minggu, 21 Desember 2025 - 06:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perwakilan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Revina Purnama Panjaitan saat mengunjungi LPK Bina Mandiri di Jlamprang, Wonosobo.

i

Perwakilan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Revina Purnama Panjaitan saat mengunjungi LPK Bina Mandiri di Jlamprang, Wonosobo.

WONOSOBO – Kebutuhan tenaga kerja pengelasan di Jepang terus meningkat. Peluang ini ditangkap Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Bina Mandiri dengan memperkuat pelatihan dan sertifikasi welder bagi calon pekerja asal Wonosobo dan Jawa Tengah.

Penguatan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama ACE Jepang dalam Sosialisasi Program Magang Jepang yang digelar di Wonosobo, Sabtu (20/12/2025). Kerja sama ini menitikberatkan pada kesiapan teknis dan standar kompetensi tenaga kerja sebelum diberangkatkan ke Jepang.

Direktur LPK Bina Mandiri, Doni Khojin, menyatakan lembaganya berfokus menyiapkan tenaga welder sesuai kebutuhan industri internasional, mulai dari ship building, oil and gas, hingga konstruksi.

“Peran kami sebagai lembaga pelatihan adalah memastikan skill peserta benar-benar siap kerja dan sesuai standar industri Jepang. Ini bagian dari kontribusi kami mendukung program pemerintah,” ujarnya.

LPK Bina Mandiri mencatat, setiap tahun lebih dari 800 peserta mengikuti pelatihan pengelasan dengan latar belakang daerah yang beragam. Pelatihan disusun berbasis kebutuhan sektor industri dengan durasi bervariasi, mulai satu bulan untuk ship building hingga tiga bulan untuk oil and gas, pipa bertekanan, dan piping.

Baca Juga:  PMII Wonosobo Turun ke Jalan, Gaungkan Gerakan ‘Rakyat Bantu Rakyat’ untuk Korban Bencana Alam

Selain pembekalan teknis, peserta juga difasilitasi sertifikasi kompetensi, mulai dari fillet weld hingga piping posisi 3G sampai 6G, yang menjadi syarat utama masuk industri Jepang. Program ini terbuka bagi peserta dari dalam maupun luar daerah, serta sejalan dengan program Desa Migran Emas Wonosobo.

Perwakilan ACE Jepang menilai kualitas pelatihan menjadi kunci pemenuhan kebutuhan tenaga kerja Jepang yang saat ini kekurangan pekerja di sektor pengelasan.

Editor : A. Nandar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel wonosobo.diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Stok Aman, Penebusan Pupuk Subsidi Wonosobo Kian Praktis Lewat Aplikasi i-Pubers
DPD Jateng : Musda Golkar Wonosobo Sah, Imam Teguh Purnomo Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Wonosobo
Unik, Bocah Kaliwiro Minta Naik Kuda Sebelum Cukur Rambut Gimbal di Hari Jadi Wonosobo
Lestarikan Tradisi, Tujuh Anak Ikuti Ruwat Cukur Rambut Gimbal di Wonosobo
M Abdullah Surati Bupati Purworejo Minta Kepastian Pengunduran Diri dari Dewan Pendidikan
Menengok Sanera Lounge, Wadah Santai dan Ruang Kreatif Baru di Wonosobo
Puncak Hari Jadi Wonosobo ke-201 Meriah dengan Prosesi Pisowanan Agung
Ratusan Peserta Ikuti Prosesi Tapa Bisu Hari Jadi Wonosobo

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:30 WIB

Stok Aman, Penebusan Pupuk Subsidi Wonosobo Kian Praktis Lewat Aplikasi i-Pubers

Senin, 27 Juli 2026 - 10:00 WIB

DPD Jateng : Musda Golkar Wonosobo Sah, Imam Teguh Purnomo Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Wonosobo

Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:24 WIB

Unik, Bocah Kaliwiro Minta Naik Kuda Sebelum Cukur Rambut Gimbal di Hari Jadi Wonosobo

Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:11 WIB

Lestarikan Tradisi, Tujuh Anak Ikuti Ruwat Cukur Rambut Gimbal di Wonosobo

Sabtu, 25 Juli 2026 - 09:08 WIB

M Abdullah Surati Bupati Purworejo Minta Kepastian Pengunduran Diri dari Dewan Pendidikan

Berita Terbaru