14 Sep 2026
instagram youtube tiktok linkedin pinterest

14 Sep 2026

LPK Bina Mandiri Siapkan Welder Berstandar, Buka Peluang Kerja Luar Negeri

- Penulis

Minggu, 21 Desember 2025 - 06:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perwakilan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Revina Purnama Panjaitan saat mengunjungi LPK Bina Mandiri di Jlamprang, Wonosobo.

i

Perwakilan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Revina Purnama Panjaitan saat mengunjungi LPK Bina Mandiri di Jlamprang, Wonosobo.

WONOSOBO – Kebutuhan tenaga kerja pengelasan di Jepang terus meningkat. Peluang ini ditangkap Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Bina Mandiri dengan memperkuat pelatihan dan sertifikasi welder bagi calon pekerja asal Wonosobo dan Jawa Tengah.

Penguatan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama ACE Jepang dalam Sosialisasi Program Magang Jepang yang digelar di Wonosobo, Sabtu (20/12/2025). Kerja sama ini menitikberatkan pada kesiapan teknis dan standar kompetensi tenaga kerja sebelum diberangkatkan ke Jepang.

Direktur LPK Bina Mandiri, Doni Khojin, menyatakan lembaganya berfokus menyiapkan tenaga welder sesuai kebutuhan industri internasional, mulai dari ship building, oil and gas, hingga konstruksi.

Baca Juga:  Rem Blong, Mikrobus Terguling di Jalur Wisata Dieng

“Peran kami sebagai lembaga pelatihan adalah memastikan skill peserta benar-benar siap kerja dan sesuai standar industri Jepang. Ini bagian dari kontribusi kami mendukung program pemerintah,” ujarnya.

LPK Bina Mandiri mencatat, setiap tahun lebih dari 800 peserta mengikuti pelatihan pengelasan dengan latar belakang daerah yang beragam. Pelatihan disusun berbasis kebutuhan sektor industri dengan durasi bervariasi, mulai satu bulan untuk ship building hingga tiga bulan untuk oil and gas, pipa bertekanan, dan piping.

Baca Juga:  Rem Blong, Tiga Kendaraan Tabrakan di Wonosobo

Selain pembekalan teknis, peserta juga difasilitasi sertifikasi kompetensi, mulai dari fillet weld hingga piping posisi 3G sampai 6G, yang menjadi syarat utama masuk industri Jepang. Program ini terbuka bagi peserta dari dalam maupun luar daerah, serta sejalan dengan program Desa Migran Emas Wonosobo.

Perwakilan ACE Jepang menilai kualitas pelatihan menjadi kunci pemenuhan kebutuhan tenaga kerja Jepang yang saat ini kekurangan pekerja di sektor pengelasan.

Editor : A. Nandar

Follow WhatsApp Channel wonosobo.diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

PKB Wonosobo Regenerasi Kepengurusan, Ketua DPAC Dibatasi Maksimal 35 Tahun
Cegah Warga Jadi Korban TPPO, Imigrasi Wonosobo Bentuk 4 Desa Binaan
Latih Kemandirian, Santri Ponpes Entrepreneur Ar-Ridwan Wonosobo Unjuk Inovasi Produk
Capai Akreditasi Unggul, Unsiq Jateng Wisuda 928 Lulusan di Wonosobo
Kebakaran Rumah Warga Kalikuto Kertek Diduga Dipicu Korsleting Listrik
Berbekal KIP-K, Anak Pembuat Marning Jagung Asal Wonosobo Raih Wisudawan Terbaik UIN Walisongo
Polsek Sapuran Ringkus Pelaku Begal Payudara di Jalur Kalibawang Wonosobo
Patroli Tim URC Polres Wonosobo Intensif Cegah Kejahatan Jalanan

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 08:53 WIB

PKB Wonosobo Regenerasi Kepengurusan, Ketua DPAC Dibatasi Maksimal 35 Tahun

Senin, 14 September 2026 - 08:52 WIB

Cegah Warga Jadi Korban TPPO, Imigrasi Wonosobo Bentuk 4 Desa Binaan

Kamis, 3 September 2026 - 07:12 WIB

Latih Kemandirian, Santri Ponpes Entrepreneur Ar-Ridwan Wonosobo Unjuk Inovasi Produk

Rabu, 26 Agustus 2026 - 17:46 WIB

Capai Akreditasi Unggul, Unsiq Jateng Wisuda 928 Lulusan di Wonosobo

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:03 WIB

Kebakaran Rumah Warga Kalikuto Kertek Diduga Dipicu Korsleting Listrik

Berita Terbaru