Jumlah Pesantren Naik, Santri Menyusut, Kemenag Soroti Kelemahan Manajemen dan Data

- Penulis

Rabu, 10 Desember 2025 - 06:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Halaqah Pesantren bertema Revitalisasi Pendidikan Karakter Pesantren yang digelar di Hotel Dafam Wonosobo, Senin (8/12/2025).

i

Halaqah Pesantren bertema Revitalisasi Pendidikan Karakter Pesantren yang digelar di Hotel Dafam Wonosobo, Senin (8/12/2025).

WONOSOBO – Dunia pendidikan pesantren sedang menghadapi situasi unik. Jumlah santri terus turun, tetapi jumlah pondok pesantren justru meningkat tajam. Fenomena itu mengemuka dalam Halaqah Pesantren bertema Revitalisasi Pendidikan Karakter Pesantren yang digelar di Hotel Dafam Wonosobo, Senin (8/12/2025).

Data yang dipaparkan menunjukkan pergeseran signifikan. Jumlah santri yang pada 2023 mencapai 1,7 juta berkurang menjadi 900 ribu pada 2025. Dalam waktu yang sama, jumlah pesantren bertambah dari 3.200 menjadi 5.300 lembaga.

Ali Anshori, Kanwil Kemenag Jawa Tengah menyampaikan bahwa pertumbuhan jumlah lembaga tidak berjalan seirama dengan minat masyarakat untuk mondok. Meski begitu, jumlah TPQ meningkat dari 28 ribu menjadi 42 ribu dalam dua tahun terakhir.

“Ada kelompok-kelompok yang tidak senang jika pesantren berkembang besar. Padahal perhatian pemerintah kepada pesantren sangat besar,” kata Ali.

Ali juga menegaskan bahwa negara kini memberikan pengakuan lebih kuat kepada pesantren. Mulai dari penetapan Hari Santri hingga lahirnya UU Pesantren. Ia menambahkan, persoalan mengenai ijazah pesantren tidak lagi menjadi hambatan seperti beberapa tahun sebelumnya.

Baca Juga:  Wonosobo Absen Konser Akhir Tahun, Alun-alun Diisi Shalawatan Gus Ali Gondrong

Penelitian RMI juga mencatat penurunan jumlah santri periode 2005-2010 dipengaruhi tuntutan kelas menengah terhadap kebersihan dan fasilitas, yang kemudian mendorong banyak pesantren berbenah.

Dari sisi lain, Kepala Kemenag Wonosobo, Panut, menyoroti masalah administratif yang masih menjadi kendala banyak pesantren. Ia menyebut banyak lembaga belum siap mengikuti kebijakan pemerintah, terutama terkait pendataan Emis.

Editor : A. Nandar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel wonosobo.diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Stok Aman, Penebusan Pupuk Subsidi Wonosobo Kian Praktis Lewat Aplikasi i-Pubers
DPD Jateng : Musda Golkar Wonosobo Sah, Imam Teguh Purnomo Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Wonosobo
Unik, Bocah Kaliwiro Minta Naik Kuda Sebelum Cukur Rambut Gimbal di Hari Jadi Wonosobo
Lestarikan Tradisi, Tujuh Anak Ikuti Ruwat Cukur Rambut Gimbal di Wonosobo
M Abdullah Surati Bupati Purworejo Minta Kepastian Pengunduran Diri dari Dewan Pendidikan
Menengok Sanera Lounge, Wadah Santai dan Ruang Kreatif Baru di Wonosobo
Puncak Hari Jadi Wonosobo ke-201 Meriah dengan Prosesi Pisowanan Agung
Ratusan Peserta Ikuti Prosesi Tapa Bisu Hari Jadi Wonosobo

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:30 WIB

Stok Aman, Penebusan Pupuk Subsidi Wonosobo Kian Praktis Lewat Aplikasi i-Pubers

Senin, 27 Juli 2026 - 10:00 WIB

DPD Jateng : Musda Golkar Wonosobo Sah, Imam Teguh Purnomo Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Wonosobo

Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:24 WIB

Unik, Bocah Kaliwiro Minta Naik Kuda Sebelum Cukur Rambut Gimbal di Hari Jadi Wonosobo

Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:11 WIB

Lestarikan Tradisi, Tujuh Anak Ikuti Ruwat Cukur Rambut Gimbal di Wonosobo

Sabtu, 25 Juli 2026 - 09:08 WIB

M Abdullah Surati Bupati Purworejo Minta Kepastian Pengunduran Diri dari Dewan Pendidikan

Berita Terbaru