PKB dan Gusdurian Wonosobo Tasyakuran Gelar Pahlawan Gus Dur dan Syaikhona Kholil

- Penulis

Selasa, 18 November 2025 - 07:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Acara tasyakuran dan diskusi publik yang digelar oleh PKB bersama Gusdurian Wonosobo di Pendopo Wakil Bupati Wonosobo, Senin (17/11/2025)

i

Acara tasyakuran dan diskusi publik yang digelar oleh PKB bersama Gusdurian Wonosobo di Pendopo Wakil Bupati Wonosobo, Senin (17/11/2025)

WONOSOBO – Tasyakuran dan diskusi publik digelar di Pendopo Wakil Bupati Wonosobo, Senin (17/11/2025). Acara ini merupakan kolaborasi antara PKB dan Gusdurian Wonosobo untuk memperingati penyematan gelar pahlawan nasional bagi KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Syaikhona Kholil Bangkalan. Kegiatan dihadiri lintas komunitas dan organisasi kepemudaan.

Hadir sebagai narasumber Kyai Nurhidayatulloh, Kyai Khaedar Idris, Kyai Shonhaji, Pendeta Setiaji dari GKJ, dan Pak Lukito dari unsur Budha. Diskusi dipandu moderator Haqi El Anshori. Para peserta berasal dari mahasiswa, Gusdurian, PMII, IPNU, Fatayat, Muslimat, hingga mahasiswa KKN Sekolah Tinggi Ilmu Agama Budha Banten.

Baca Juga:  Rekomendasi 4 Pemandian Air Panas Wonosobo, Cocok untuk Liburan Sehat dan Healing

Acara berjalan terbuka dengan fokus pada keteladanan dua tokoh yang baru saja dianugerahi gelar pahlawan nasional tersebut. Para pembicara menyoroti kontribusi keduanya dalam penguatan toleransi dan kesejukan kehidupan beragama di Indonesia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sekretaris Dewan Syuro DPC PKB Wonosobo, Muhammad Albar, mengatakan bahwa tasyakuran ini menjadi momentum merawat nilai-nilai yang diwariskan kedua tokoh.

Baca Juga:  Gerakan ‘Bangga Berwisata’ Diangkat Jadi Strategi Utama Pariwisata Wonosobo

“Kami bersyukur bisa menggelar acara ini sebagai bentuk penghormatan kepada Gus Dur dan Syaikhona Kholil,” ujarnya.

Diskusi kemudian berlanjut pada pembahasan kontribusi Syaikhona Kholil dalam perjalanan keulamaan Nusantara. Para panelis menilai bahwa pengaruh beliau terhadap para muridnya terus menjadi pijakan penting bagi perkembangan pesantren.

Penulis : Hamdan

Editor : A. Nandar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel wonosobo.diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

NasDem Wonosobo Soroti Cover Majalah Tempo, Dinilai Kurang Berimbang
Angin Kencang Rusak 20 Rumah di Garung Wonosobo Saat Hujan 4 Jam
Polisi Olah TKP Kecelakaan Kertek Pakai 3D, Lalu Lintas Sempat Ditutup
Lewat Dapur MBG, Yayasan Bina Keluarga Sehat Sejahtera Salurkan CSR 200 Kursi ke Pesantren di Wonosobo
Kecelakaan Beruntun Jalur Tengkorak Kertek Wonosobo, Korban Tewas Bertambah Jadi Dua Orang, Tiga Lainnya Luka-luka
Kecelakaan Beruntun di Jalur Tengkorak Kertek Wonosobo, Satu Tewas Empat Luka-luka
Perajin Tahu di Wonosobo Sesuaikan Produksi Imbas Kenaikan Harga Kedelai Impor
Pembangunan Sekolah Rakyat di Lahan PT Tambi Picu Polemik, Pemkab Wonosobo Siapkan Anggaran Pengganti Lapangan

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 14:12 WIB

NasDem Wonosobo Soroti Cover Majalah Tempo, Dinilai Kurang Berimbang

Senin, 13 April 2026 - 12:42 WIB

Angin Kencang Rusak 20 Rumah di Garung Wonosobo Saat Hujan 4 Jam

Senin, 13 April 2026 - 12:39 WIB

Polisi Olah TKP Kecelakaan Kertek Pakai 3D, Lalu Lintas Sempat Ditutup

Sabtu, 11 April 2026 - 12:54 WIB

Lewat Dapur MBG, Yayasan Bina Keluarga Sehat Sejahtera Salurkan CSR 200 Kursi ke Pesantren di Wonosobo

Kamis, 9 April 2026 - 10:06 WIB

Kecelakaan Beruntun Jalur Tengkorak Kertek Wonosobo, Korban Tewas Bertambah Jadi Dua Orang, Tiga Lainnya Luka-luka

Berita Terbaru