WONOSOBO – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo menggelar Rapat Koordinasi Evaluasi dan Validasi Data Pesantren pada Rabu (26/11/2025) di Aroma Resto.
Kegiatan ini difokuskan pada pemutakhiran data lembaga keagamaan mulai dari TPQ, Madrasah Diniyah, hingga pondok pesantren agar seluruh data pendidikan Islam di Wonosobo tersaji akurat melalui sistem EMIS.
Pelaksanaan verval ini juga diarahkan untuk memeriksa kembali keberadaan lembaga, memastikan status keaktifan, serta memetakan kondisi sarana prasarana. Kemenag menilai akurasi data menjadi fondasi penting dalam menentukan kebijakan, terutama terkait bantuan, insentif guru, hingga pemenuhan standar kelembagaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Kantor Kemenag Wonosobo, Panut, menegaskan bahwa pendataan ini bertujuan memberikan gambaran jelas kepada masyarakat.
“Kami ingin memastikan berapa jumlah pondok, TPQ, dan Madin di Wonosobo serta bagaimana kondisi para ustaz-ustazah. Itu yang paling penting,” ujarnya.
Hasil evaluasi menunjukkan terdapat 227 pondok pesantren di Wonosobo, namun baru 195 yang datanya dinyatakan lengkap di EMIS. Kondisi ini sekaligus menandai masih lemahnya kemampuan administrasi digital di sebagian lembaga, sehingga Kemenag membentuk admin per kecamatan untuk percepatan validasi. Langkah ini diharapkan membantu lembaga yang belum memiliki tenaga IT.
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 Selanjutnya

















