WONOSOBO, DiengPost.com – Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat menghadiri Gala Dinner Tunas Bumi Fest di Pendopo Kabupaten Wonosobo pada Sabtu (8/8). Dalam acara tersebut, ia menekankan pentingnya mengoptimalkan potensi perdagangan karbon demi kesejahteraan warga lokal.
Acara itu turut dihadiri oleh Bupati Wonosobo, jajaran Forkopimda, Direktur Agrinas, akademisi Rocky Gerung, serta Ketua GMPP. Selain itu, Menteri Jumhur menyoroti masalah penanganan sampah plastik melalui skema Extended Producer Responsibility (EPR).
Ia menegaskan nilai ekonomi dari potensi perdagangan karbon di Wonosobo harus dirasakan secara langsung oleh masyarakat sekitar. Langkah ini krusial agar komoditas hijau tersebut tidak menjadi bahan spekulasi pihak luar.
“Potensi penghasil karbon yang ada di Wonosobo harus betul-betul dipastikan manfaatnya untuk masyarakat,” kata Jumhur.
Ia menambahkan bahwa pasar karbon akan berkembang pesat sehingga warga harus memperoleh dampak positifnya.
Dukungan Reboisasi dan Pengolahan Sampah
Kementerian Lingkungan Hidup turut mendorong gerakan reboisasi melalui penanaman bibit pohon kopi di daerah. Pemetaan wilayah potensial akan segera dilakukan bersama dinas setempat setelah pertemuan tersebut.
Di samping isu reboisasi, Jumhur menyampaikan perkembangan program pengolahan sampah menjadi energi listrik di Indonesia. Saat ini terdapat 24 proyek yang telah memasuki tahap lelang teknis.
Penulis : A. Nandar
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 Selanjutnya







