WONOSOBO, DiengPost.com – Operasi pencarian dua remaja asal Desa Krinjing, Kecamatan Watumalang, Kabupaten Wonosobo, yang hilang di Gunung Bismo memasuki hari kedelapan, Kamis (9/7/2026).
Tim SAR gabungan kembali mengerahkan sekitar 100 personel untuk menyisir sejumlah titik yang dinilai masih berpotensi menjadi lokasi keberadaan korban.
Hingga hari kedelapan, pencarian belum membuahkan hasil. Tim SAR memfokuskan penyisiran di area tebing, curug, dan sisi-sisi lereng yang sebelumnya belum dapat dijangkau secara maksimal karena medan yang berat dan vegetasi yang rapat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kondisi Gunung Bismo cukup berat. Elevasi medan sangat ekstrem, banyak lembah yang curam, dan vegetasinya juga sangat lebat. Itu menjadi kendala utama dalam proses pencarian,” ujar Relawan Wanadri Bandung, Jose Fajri Nanda.
Untuk memaksimalkan operasi, Basarnas menambah satu unit anjing pelacak K9 dari Basarnas Semarang, satu unit drone tambahan, serta perlengkapan vertical rescue berupa tali sepanjang lebih dari 200 meter untuk menjangkau area tebing dan jurang.
Tim gabungan juga mempertebal penyisiran di sejumlah titik prioritas. Area bawah jurang dan permukaan atas telah disisir pada hari-hari sebelumnya, sedangkan sisi-sisi tebing kini menjadi fokus utama pencarian karena dinilai masih memungkinkan untuk diperiksa lebih mendalam.
“Namun, respons masyarakat di sini luar biasa. Ratusan warga ikut membantu pencarian, begitu juga teman-teman relawan dari Wonosobo, Temanggung, dan daerah sekitarnya. Hanya saja karena bentang alamnya cukup ekstrem, sampai hari ini pencarian masih belum membuahkan hasil,” tambahnya
Penulis : Hamdan A.
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 Selanjutnya











