Sementara itu, formasi kedua menghadirkan replika Telaga Menjer. Pola susunan balon dibuat berkebalikan dengan formasi Gunung Sindoro sehingga membentuk visual menyerupai cekungan telaga yang dikelilingi perbukitan.
Kedua formasi itu sontak menjadi pusat perhatian pengunjung yang tidak ingin melewatkan momen untuk mengabadikannya melalui kamera dan telepon seluler.
Kristiani Rosana, wisatawan asal Semarang, mengaku sengaja datang bersama keluarganya untuk menyaksikan festival balon udara yang selama ini hanya dilihat melalui media sosial. Menurutnya, atraksi balon udara di Wonosobo memiliki keunikan yang tidak ditemukan di daerah lain.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya baru pertama kali melihat secara langsung. Ternyata jauh lebih indah dari yang saya bayangkan. Formasi balonnya juga sangat unik dan tertata rapi,” ujarnya.
Kekaguman serupa juga diungkapkan Fuzi, wisatawan asal Jepang. Ia mengaku tertarik datang ke Wonosobo setelah mengetahui tradisi balon udara melalui internet dan media sosial. Menurutnya, festival ini menunjukkan bagaimana sebuah tradisi lokal dapat dikemas menjadi atraksi budaya dan pariwisata yang menarik perhatian dunia.
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, Sri Fatonah Werdiyati Ismangil, mengatakan Java Balloon Attraction telah berkembang menjadi agenda wisata unggulan yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana pelestarian tradisi masyarakat.
“Balon udara merupakan warisan budaya yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Wonosobo. Melalui Java Balloon Attraction, tradisi ini terus dijaga, dikenalkan, dan dipromosikan kepada masyarakat luas,” katanya.
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya











