Menurut Mujio, kobaran api berlangsung sangat cepat sehingga dirinya dan keluarga hanya sempat menyelamatkan diri. Sebagian besar harta benda tidak sempat dievakuasi karena bangunan sudah lebih dulu dilalap api.
Berdasarkan data sementara, dari delapan rumah yang terdampak, tujuh rumah mengalami kerusakan berat dan satu rumah lainnya mengalami kerusakan cukup parah. Hingga kini, nilai kerugian materi masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait.
Staf lapangan Pemadam Kebakaran Kabupaten Wonosobo, Sandi, menjelaskan pihaknya menerima laporan sekitar pukul 04.00 WIB dan segera mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran serta satu unit kendaraan penyuplai air ke lokasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kita mengerahkan dua unit damkar beserta satu suplai air,” katanya.
Proses pemadaman hingga pendinginan berlangsung hampir dua jam. Petugas menghadapi sejumlah kendala di lapangan, mulai dari keterbatasan sumber air yang harus diambil dari lokasi lain hingga akses menuju titik kebakaran yang sempit dan dipenuhi kendaraan warga.
Selain itu, kondisi permukiman yang padat serta banyaknya bangunan semi permanen membuat api dengan cepat merambat ke rumah-rumah di sekitarnya. Beruntung, petugas masih dapat menjangkau lokasi yang cukup dekat dengan titik kebakaran sehingga api berhasil dikendalikan sebelum meluas lebih jauh.
Pascakebakaran, sebanyak delapan kepala keluarga atau 28 jiwa terpaksa meninggalkan rumah mereka. Pemerintah setempat menyiapkan Gedung Pemuda sebagai lokasi penampungan sementara bagi para korban.
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya











