Gelar Aksi Massa, Mahasiswa dan Ojol di Wonosobo Soroti Program MBG

- Penulis

Sabtu, 27 Juni 2026 - 09:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Wonosobo Melawan, yang terdiri dari mahasiswa dan pengemudi ojek online (ojol), menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Wonosobo, Jumat (26/6/2026).

i

Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Wonosobo Melawan, yang terdiri dari mahasiswa dan pengemudi ojek online (ojol), menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Wonosobo, Jumat (26/6/2026).

Karena itu, Aliansi Wonosobo Melawan mendesak pemerintah membuka secara transparan proses penunjukan, pengelolaan, hingga pihak-pihak yang terlibat dalam operasional dapur MBG.

‎”Kami meminta pemerintah daerah memastikan tidak ada pejabat aktif yang memanfaatkan jabatannya untuk memperoleh keuntungan dalam program MBG. Seluruh proses harus terbuka dan dapat diawasi oleh publik,” tegasnya.

Selain menyoroti MBG, massa juga mempertanyakan keterlibatan TNI dan Polri dalam program ketahanan pangan. Mereka meminta pemerintah memberikan penjelasan mengenai tugas pokok dan fungsi aparat dalam pelaksanaan program tersebut.

‎Dalam aksi yang sama, kelompok pengemudi ojek online turut menyuarakan tuntutan terkait kenaikan harga BBM non-subsidi. Mereka menilai kenaikan harga BBM semakin membebani biaya operasional dan berdampak langsung terhadap pendapatan masyarakat kecil yang bergantung pada sektor transportasi daring.

‎Aspirasi massa diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Wonosobo, One Andang Wardoyo. Ia menyatakan pemerintah daerah menghargai penyampaian aspirasi yang dilakukan secara tertib dan akan meneruskan berbagai tuntutan tersebut kepada pihak-pihak yang berwenang.

Baca Juga:  Jumlah Pesantren Naik, Santri Menyusut, Kemenag Soroti Kelemahan Manajemen dan Data

‎”Kami menerima seluruh aspirasi yang disampaikan. Beberapa tuntutan berkaitan dengan program pemerintah pusat dan akan kami sampaikan kepada instansi terkait. Prinsipnya, pemerintah daerah terbuka terhadap masukan dan kritik dari masyarakat,” kata One Andang Wardoyo.

‎Setelah menyampaikan tuntutan hingga menjelang petang, massa akhirnya membubarkan diri dengan tertib. Arus lalu lintas di sekitar Kantor Bupati Wonosobo pun kembali normal.

Editor : A. Nandar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel wonosobo.diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Stok Aman, Penebusan Pupuk Subsidi Wonosobo Kian Praktis Lewat Aplikasi i-Pubers
DPD Jateng : Musda Golkar Wonosobo Sah, Imam Teguh Purnomo Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Wonosobo
Unik, Bocah Kaliwiro Minta Naik Kuda Sebelum Cukur Rambut Gimbal di Hari Jadi Wonosobo
Lestarikan Tradisi, Tujuh Anak Ikuti Ruwat Cukur Rambut Gimbal di Wonosobo
M Abdullah Surati Bupati Purworejo Minta Kepastian Pengunduran Diri dari Dewan Pendidikan
Menengok Sanera Lounge, Wadah Santai dan Ruang Kreatif Baru di Wonosobo
Puncak Hari Jadi Wonosobo ke-201 Meriah dengan Prosesi Pisowanan Agung
Ratusan Peserta Ikuti Prosesi Tapa Bisu Hari Jadi Wonosobo

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:30 WIB

Stok Aman, Penebusan Pupuk Subsidi Wonosobo Kian Praktis Lewat Aplikasi i-Pubers

Senin, 27 Juli 2026 - 10:00 WIB

DPD Jateng : Musda Golkar Wonosobo Sah, Imam Teguh Purnomo Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Wonosobo

Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:24 WIB

Unik, Bocah Kaliwiro Minta Naik Kuda Sebelum Cukur Rambut Gimbal di Hari Jadi Wonosobo

Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:11 WIB

Lestarikan Tradisi, Tujuh Anak Ikuti Ruwat Cukur Rambut Gimbal di Wonosobo

Sabtu, 25 Juli 2026 - 09:08 WIB

M Abdullah Surati Bupati Purworejo Minta Kepastian Pengunduran Diri dari Dewan Pendidikan

Berita Terbaru