“Nah sedangkan mahasiswa cari uang satu bulan dari mana,” ujarnya.
Selain soal pembayaran, mahasiswa juga menyoroti penonaktifan akun Sima dan ancaman cuti paksa. Mereka menyebut kebijakan itu mengacu pada surat edaran tertanggal 8 April 2026.
“Yang mencutikan itu yang jelas by system, tapi dengan surat edaran tertanda tangan Wakil Rektor II,” ungkapnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mahasiswa memperkirakan sekitar 2.000 orang terdampak kebijakan tersebut. Mereka pun menyampaikan lima tuntutan, mulai dari penolakan cuti paksa hingga transparansi anggaran kampus.
“Kalau menurut data itu ada sekitar 2.000 mahasiswa,” ucapnya.
Dari pihak rektorat, Rektor UNSIQ Zaenal Sukawi akhirnya menemui massa usai audiensi. Ia menjelaskan kebijakan tersebut bagian dari sistem pendidikan tinggi nasional.
“Pencutian itu adalah dalam perspektif menolong,” ungkapnya.
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

















