WONOSOBO, DiengPost.com – Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di Kabupaten Wonosobo diwarnai aksi massa, Jumat (1/5/2026). Sejumlah pemuda dan elemen masyarakat turun ke jalan. Kegiatan dilanjutkan dengan panggung rakyat hingga nonton bareng (nobar) film dokumenter Pesta Babi.
Aksi ini melibatkan berbagai unsur. Mulai dari PC PMII Wonosobo, mahasiswa, buruh tani, pemuda desa, hingga komunitas seni. Mereka menyuarakan kritik atas kondisi ketenagakerjaan yang dinilai makin jauh dari keadilan sosial.
Ketua PC PMII Wonosobo, Ahmad Nur Sholih, menegaskan peringatan May Day bukan sekadar agenda tahunan. Ia menyebut aksi ini sebagai bentuk sikap atas realitas buruh hari ini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Hari Buruh Internasional 2026 di Kabupaten Wonosobo tidak hadir sebagai seremoni kosong, melainkan sebagai pernyataan politik yang sadar dan terarah terhadap realitas ketenagakerjaan yang semakin menjauh dari prinsip keadilan sosial,” ujarnya.
Panggung rakyat menjadi lanjutan dari aksi. Kegiatan diisi orasi, pembacaan puisi, live musik, mural, hingga pernyataan sikap. Malam harinya, massa menggelar nobar film dokumenter Pesta Babi yang mengangkat isu kolonialisme modern.
Ahmad Nur Sholih menilai kondisi buruh saat ini penuh kontradiksi. Buruh disebut sebagai produsen nilai, tetapi tetap berada di posisi rentan dalam distribusi kesejahteraan.
“Di tengah klaim stabilitas ekonomi dan narasi pertumbuhan yang terus diproduksi oleh negara, buruh justru hidup dalam kontradiksi yang nyata, mereka adalah produsen nilai, tetapi tetap menjadi kelompok yang paling rentan dalam distribusi kesejahteraan,” katanya.
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

















