WONOSOBO, DiengPost.com – BPBD Kabupaten Wonosobo memetakan sejumlah jalur rawan bencana di Wonosobo menjelang arus mudik Lebaran 2026. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi di wilayah pegunungan.
Selain pemetaan jalur, BPBD juga meningkatkan kesiapsiagaan personel. Ribuan relawan disiagakan untuk memperkuat penanganan jika terjadi bencana saat periode mudik.
Kepala BPBD Wonosobo, Sumekto Hendro Kustanto, mengatakan kondisi kebencanaan masih dipengaruhi musim hujan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Menjelang periode Lebaran, kondisi kebencanaan di Kabupaten Wonosobo masih dipengaruhi musim hujan. Curah hujan cukup tinggi berpotensi memicu tanah longsor, banjir lokal, dan angin kencang,” ujarnya, Jum’at (13/3/2026).
BPBD mencatat wilayah Wonosobo memiliki kerawanan bencana cukup tinggi. Hal ini karena sebagian besar wilayah berupa perbukitan dan lereng pegunungan.
Hujan Berisko Tingkatkan Potensi Tanah Longsor
Ia menyebut, saat hujan turun dengan intensitas tinggi, risiko longsor meningkat. Selain itu juga ada potensi angin kencang dan pohon tumbang.
“Sebagai wilayah pegunungan, Wonosobo memiliki kerawanan terhadap tanah longsor, terutama saat curah hujan tinggi dan berlangsung lama,” katanya.
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 Selanjutnya

















