Beberapa desa memiliki potensi budidaya kopi. Ada juga yang diarahkan untuk mengembangkan sektor wisata dan kegiatan ekonomi berbasis komunitas.
“Kita lihat kebutuhan di desa itu apa. Misalnya lebih ke budidaya kopi atau wisata. Kita kembangkan sesuai kebutuhan yang ada,” jelas Sunarno.
Di sisi lain, program konservasi air juga dilakukan berdasarkan penelitian. Aqua bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk memetakan daerah tangkapan air di wilayah Wonosobo.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dari hasil penelitian tersebut, perusahaan melakukan berbagai intervensi konservasi. Kegiatannya meliputi penanaman pohon dan pembangunan sarana resapan air seperti rorak, sumur resapan, dan biopori.
“Kita melakukan penelitian bersama UGM untuk melihat daerah tangkapan air di Wonosobo. Dari situ kita melakukan konservasi melalui penanaman dan pembuatan rorak, sumur resapan, dan biopori,” kata Sunarno.
Hingga kini, jumlah tanaman yang telah disalurkan kepada kelompok masyarakat mencapai sekitar 29.800 pohon. Tanaman tersebut antara lain kopi, alpukat, dan tanaman produktif lain yang mendukung konservasi lingkungan.
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2

















