WONOSOBO, DiengPost.com – Implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai belum berjalan ideal di sejumlah daerah. Temuan tersebut mengemuka saat Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah, turun langsung menyerap aspirasi masyarakat di Desa Tracap, Kecamatan Kaliwiro, Kabupaten Wonosobo, Sabtu (28/2/2026).
Kunjungan lapangan ini dilakukan untuk memastikan sejauh mana program unggulan pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Selain MBG, Abdullah juga menyoroti pelaksanaan program Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) yang dinilai perlu evaluasi menyeluruh.
“Kita turun ke masyarakat karena banyak isu yang sedang bergulir, terutama soal MBG dan Kopdes Merah Putih. Kita ingin tahu kondisi realnya seperti apa dan kendala apa yang dihadapi masyarakat, karena tugas DPR salah satunya adalah pengawasan,” ujar Abdullah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Abdullah menegaskan, berbagai temuan yang didapatkan di lapangan akan dibawa ke tingkat pusat. DPR RI akan menyampaikan persoalan tersebut ke Senayan sebagai bahan evaluasi bersama komisi terkait.
Konsep Program MBG Miliki Tujuan Jelas dan Baik
Menurutnya, secara konsep program MBG memiliki tujuan yang jelas dan baik. Program tersebut dirancang untuk mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak.
“Kalau dari konsep awal, MBG ini intinya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan memastikan suplai gizi anak-anak tercukupi,” katanya.
Namun dalam pelaksanaannya, Abdullah menilai masih terdapat ketidaksesuaian di sejumlah daerah. Temuan di lapangan menunjukkan adanya menu MBG yang dinilai belum memenuhi standar gizi sebagaimana yang ditetapkan.
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 Selanjutnya

















