Implementasi MBG Dinilai Belum Ideal, Abdullah Dorong Pengawasan Lebih Ketat

- Penulis

Minggu, 1 Maret 2026 - 22:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah, turun langsung menyerap aspirasi masyarakat di Desa Tracap, Kecamatan Kaliwiro, Kabupaten Wonosobo, Sabtu (28/2/2026).

i

Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah, turun langsung menyerap aspirasi masyarakat di Desa Tracap, Kecamatan Kaliwiro, Kabupaten Wonosobo, Sabtu (28/2/2026).

WONOSOBO, DiengPost.com – Implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai belum berjalan ideal di sejumlah daerah. Temuan tersebut mengemuka saat Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah, turun langsung menyerap aspirasi masyarakat di Desa Tracap, Kecamatan Kaliwiro, Kabupaten Wonosobo, Sabtu (28/2/2026).

Kunjungan lapangan ini dilakukan untuk memastikan sejauh mana program unggulan pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Selain MBG, Abdullah juga menyoroti pelaksanaan program Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) yang dinilai perlu evaluasi menyeluruh.

Baca Juga:  Wonosobo Luncurkan YASSIN untuk Cek Keandalan Bangunan Pesantren

“Kita turun ke masyarakat karena banyak isu yang sedang bergulir, terutama soal MBG dan Kopdes Merah Putih. Kita ingin tahu kondisi realnya seperti apa dan kendala apa yang dihadapi masyarakat, karena tugas DPR salah satunya adalah pengawasan,” ujar Abdullah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Abdullah menegaskan, berbagai temuan yang didapatkan di lapangan akan dibawa ke tingkat pusat. DPR RI akan menyampaikan persoalan tersebut ke Senayan sebagai bahan evaluasi bersama komisi terkait.

Konsep Program MBG Miliki Tujuan Jelas dan Baik

Menurutnya, secara konsep program MBG memiliki tujuan yang jelas dan baik. Program tersebut dirancang untuk mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak.

Baca Juga:  TPA Wonorejo Operasikan Hanggar, Kapasitas Olah 5 Ton per Hari

“Kalau dari konsep awal, MBG ini intinya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan memastikan suplai gizi anak-anak tercukupi,” katanya.

Namun dalam pelaksanaannya, Abdullah menilai masih terdapat ketidaksesuaian di sejumlah daerah. Temuan di lapangan menunjukkan adanya menu MBG yang dinilai belum memenuhi standar gizi sebagaimana yang ditetapkan.

Editor : A. Nandar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel wonosobo.diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

NasDem Wonosobo Soroti Cover Majalah Tempo, Dinilai Kurang Berimbang
Angin Kencang Rusak 20 Rumah di Garung Wonosobo Saat Hujan 4 Jam
Polisi Olah TKP Kecelakaan Kertek Pakai 3D, Lalu Lintas Sempat Ditutup
Lewat Dapur MBG, Yayasan Bina Keluarga Sehat Sejahtera Salurkan CSR 200 Kursi ke Pesantren di Wonosobo
Kecelakaan Beruntun Jalur Tengkorak Kertek Wonosobo, Korban Tewas Bertambah Jadi Dua Orang, Tiga Lainnya Luka-luka
Kecelakaan Beruntun di Jalur Tengkorak Kertek Wonosobo, Satu Tewas Empat Luka-luka
Perajin Tahu di Wonosobo Sesuaikan Produksi Imbas Kenaikan Harga Kedelai Impor
Pembangunan Sekolah Rakyat di Lahan PT Tambi Picu Polemik, Pemkab Wonosobo Siapkan Anggaran Pengganti Lapangan

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 14:12 WIB

NasDem Wonosobo Soroti Cover Majalah Tempo, Dinilai Kurang Berimbang

Senin, 13 April 2026 - 12:42 WIB

Angin Kencang Rusak 20 Rumah di Garung Wonosobo Saat Hujan 4 Jam

Senin, 13 April 2026 - 12:39 WIB

Polisi Olah TKP Kecelakaan Kertek Pakai 3D, Lalu Lintas Sempat Ditutup

Sabtu, 11 April 2026 - 12:54 WIB

Lewat Dapur MBG, Yayasan Bina Keluarga Sehat Sejahtera Salurkan CSR 200 Kursi ke Pesantren di Wonosobo

Kamis, 9 April 2026 - 10:06 WIB

Kecelakaan Beruntun Jalur Tengkorak Kertek Wonosobo, Korban Tewas Bertambah Jadi Dua Orang, Tiga Lainnya Luka-luka

Berita Terbaru