Menurut Nur Kholis, pemerintah berada dalam posisi dilematis dalam menyikapi Menjer.
“Kalau ditutup semua ya selesai. Tapi kalau dibuka, ya harus ada konsistensi kebijakan,” ucapnya.
Ia menegaskan pelaku usaha tetap berupaya menjaga lingkungan. Paguyuban telah memasang larangan berburu satwa liar dan merencanakan penghijauan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menanggapi longsor di kawasan Telaga Menjer, Nur Kholis menegaskan lokasi kejadian jauh dari homestay dan tidak berdampak langsung pada pengunjung.
“Saya cek dari review pengunjung, tidak ada yang menyebut soal longsor. Kalau bintang rendah itu karena pelayanan, seperti masakan lama. Tapi soal longsor tidak ada. Secara lokasi juga aman,” kata Nurcholis.
Perwakilan Paguyuban Pelaku Usaha Telaga Menjer lainnya, Hamal, mengatakan pelaku usaha kini fokus mengebut perizinan.
“Paguyuban masih fokus di perizinan karena dikejar deadline. Sabtu-Minggu kantor desa tutup, deadline sampai Senin. Senin besok itu semua perizinan dari dasar harus sampai di DPUPR,” ujarnya.
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya

















