“Longsor tidak hanya di Menjer, tapi kita di Wonosobo berada pada wilayah 75 persennya rawan longsor sedang,” ujarnya.
Dari sisi pelaku usaha, persoalan Menjer dinilai dipicu oleh tidak jelasnya arah pembangunan sejak awal.
Nur Kholis, perwakilan Paguyuban Pelaku Usaha Telaga Menjer, menyebut ketiadaan cetak biru membuat pembangunan berjalan tanpa panduan tegas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dari awal konsep bangunan, blueprint di Menjer tidak jelas,” kata Nur Kholis, Kamis (22/1/2026).
Ia menyebut pembagian zona sebenarnya sudah ada. Mulai dari area biru di sekitar telaga yang tidak boleh dibangun hingga radius sekitar 50 meter, serta kawasan hortikultura yang hanya boleh dibangun sebagian.
Namun, ia mengakui sejumlah bangunan terlanjur berdiri di zona yang tidak sepenuhnya sesuai.
“Sejumlah bangunan ada yang masuk area biru, ada yang sebagian biru, ada yang kuning,” katanya.
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya

















