WONOSOBO – Pemerintah Kabupaten Wonosobo meningkatkan level siaga setelah BMKG menetapkan rentang 4-10 Desember sebagai periode cuaca ekstrem. Pemerintah fokus pada percepatan respons dan pengawasan titik-titik rawan longsor.
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menilai tren bencana yang muncul di sejumlah daerah menjadi pengingat bahwa Wonosobo memiliki risiko serupa.
“Tentu kita sangat prihatin dengan kejadian bencana di luar sana, di Wonosobo juga,” ujarnya, Minggu (7/12/2025).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menyebut curah hujan yang berlangsung berhari-hari sering menjadi pemicu awal terjadinya longsor. Peringatan soal pola hujan ini sudah lama disampaikan BPBD.
“Kita sering diingatkan Kepala BPBD Wonosobo dari dulu-dulu, kalau ada hujan dua hari berturut-turut harus waspada karena berdasarkan pengalaman biasanya ada longsor dan sebagainya,” jelasnya.
Di sisi mitigasi, Pemkab mempertahankan kegiatan rutin seperti susur sungai dan penanaman pohon sebagai langkah menjaga daya dukung lingkungan.
“Di kabupaten sering menggalakkan susur sungai, gerakan tanam pohon yang terus dan harus dilakukan. Itu bagian dari kita menjaga alam,” imbuhnya.
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 Selanjutnya

















