Operasi Zebra Candi 2025 Ditutup, 760 Pengendara di Wonosobo Kena Tegur

- Penulis

Rabu, 3 Desember 2025 - 18:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas kepolisian melakukan pengecekan kelengkapan surat kendaraan saat Operasi Zebra Candi 2025.

i

Petugas kepolisian melakukan pengecekan kelengkapan surat kendaraan saat Operasi Zebra Candi 2025.

WONOSOBO – Operasi Zebra Candi 2025 di Wonosobo resmi berakhir setelah berlangsung 14-30 November 2025. Dari total 956 pelanggaran yang tercatat, teguran mendominasi dengan jumlah 760 pengendara yang diberi pembinaan langsung di lapangan.

Selain teguran, penindakan lainnya meliputi 193 ETLE dan 6 tilang manual. Untuk pelanggaran sepeda motor, 146 kasus tercatat dengan dominasi 134 pengendara yang tidak memakai helm. Pada mobil, seluruh dari 53 pelanggaran terjadi akibat pengemudi tidak menggunakan sabuk keselamatan.

Baca Juga:  Dinilai Rusak Lingkungan, Pemkab Wonosobo Tertibkan Pajak dan Izin Tambang Galian C

“Selama Operasi Zebra Candi, total pelanggaran yang kami catat mencapai 956 kasus, dengan 760 di antaranya berupa teguran,” kata Kasat Lantas Polres Wonosobo, AKP Seno Hartanto, Selasa (2/12/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di luar penindakan, Satlantas Polres Wonosobo juga mencatat sembilan kecelakaan lalu lintas yang melibatkan 16 korban. Dari jumlah tersebut, satu orang mengalami luka berat dan 15 lainnya mengalami luka ringan. Sebagian besar kecelakaan melibatkan sepeda motor.

Baca Juga:  Penyambungan Pipa Baru Mangli Ganggu Aliran Air, Tirta Aji Kerahkan Dropping untuk Pelanggan Selomerto

Program edukasi menjadi fokus besar operasi tahun ini. Penyuluhan keselamatan digelar mulai dari PAUD, TK, SD, SLTP, SMA, hingga komunitas otomotif, ojek online, dan pelaku pariwisata. Kampanye keselamatan juga disebarkan melalui media sosial, media online, pemasangan banner, dan pembagian leaflet.

“Kami berharap masyarakat semakin paham pentingnya keselamatan serta menjadikan kepatuhan terhadap aturan sebagai budaya bersama di jalan raya,” lanjut Seno.

Editor : A. Nandar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel wonosobo.diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

NasDem Wonosobo Soroti Cover Majalah Tempo, Dinilai Kurang Berimbang
Angin Kencang Rusak 20 Rumah di Garung Wonosobo Saat Hujan 4 Jam
Polisi Olah TKP Kecelakaan Kertek Pakai 3D, Lalu Lintas Sempat Ditutup
Lewat Dapur MBG, Yayasan Bina Keluarga Sehat Sejahtera Salurkan CSR 200 Kursi ke Pesantren di Wonosobo
Kecelakaan Beruntun Jalur Tengkorak Kertek Wonosobo, Korban Tewas Bertambah Jadi Dua Orang, Tiga Lainnya Luka-luka
Kecelakaan Beruntun di Jalur Tengkorak Kertek Wonosobo, Satu Tewas Empat Luka-luka
Perajin Tahu di Wonosobo Sesuaikan Produksi Imbas Kenaikan Harga Kedelai Impor
Pembangunan Sekolah Rakyat di Lahan PT Tambi Picu Polemik, Pemkab Wonosobo Siapkan Anggaran Pengganti Lapangan

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 14:12 WIB

NasDem Wonosobo Soroti Cover Majalah Tempo, Dinilai Kurang Berimbang

Senin, 13 April 2026 - 12:42 WIB

Angin Kencang Rusak 20 Rumah di Garung Wonosobo Saat Hujan 4 Jam

Senin, 13 April 2026 - 12:39 WIB

Polisi Olah TKP Kecelakaan Kertek Pakai 3D, Lalu Lintas Sempat Ditutup

Sabtu, 11 April 2026 - 12:54 WIB

Lewat Dapur MBG, Yayasan Bina Keluarga Sehat Sejahtera Salurkan CSR 200 Kursi ke Pesantren di Wonosobo

Kamis, 9 April 2026 - 10:06 WIB

Kecelakaan Beruntun Jalur Tengkorak Kertek Wonosobo, Korban Tewas Bertambah Jadi Dua Orang, Tiga Lainnya Luka-luka

Berita Terbaru