Pemkab Wonosobo Ultimatum ISP Nakal, Ancam Cabut Tiang FO Jika Tetap Bandel

- Penulis

Senin, 1 Desember 2025 - 20:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemkab Wonosobo melakukan pemotongan kabel fiber optik di tiang-tiang ilegal di wilayah Wonosobo.

i

Pemkab Wonosobo melakukan pemotongan kabel fiber optik di tiang-tiang ilegal di wilayah Wonosobo.

WONOSOBO – Pemerintah Kabupaten Wonosobo mengeluarkan ultimatum keras kepada penyedia layanan internet (ISP) yang dinilai melanggar aturan. Pemotongan kabel fiber optik di tiang-tiang ilegal mulai dilakukan Senin (1/12/2025), menjadi langkah awal dari penertiban bertahap yang telah dijadwalkan pemerintah. Jika ISP tetap tidak mengurus izin, pencabutan tiang secara fisik akan menjadi tindakan lanjutan.

Penertiban dilakukan melalui strategi dua tahap. Tahap pertama adalah pemutusan kabel FO di tiang yang teridentifikasi belum berizin sebagai sinyal tegas agar perusahaan segera merespons.

ISP diberi tenggat hingga pertengahan Desember untuk mengurus perizinan. Jika tetap tidak ada langkah perbaikan, tahap kedua, pencabutan tiang akan dijalankan tanpa kompromi.

“Duduk perkaranya kami ingin menciptakan kota yang baik. Pemasangan tiang dan jaringan optik harus sesuai aturan. Banyak yang berdiri tanpa izin dan menggunakan aset pemerintah tanpa membayar sewa,” ujar Sekda Kabupaten Wonosobo, One Andang Wardoyo.

Pendataan pemerintah menunjukkan ada 25 ISP beroperasi di Wonosobo. Dari jumlah itu, 15 ISP sudah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), delapan ISP belum berizin dan menjadi fokus penertiban tahap pertama, sementara 17 ISP lainnya belum teridentifikasi dalam pendataan awal.

Baca Juga:  Sepekan Terakhir 2025, Jalur Tengkorak Wonosobo Kembali Makan Korban

Delapan ISP tak berizin telah ditempeli stiker merah sebagai penanda bahwa petugas pemutus kabel akan segera turun, sedangkan 17 ISP yang belum terdata akan mengikuti pembinaan pada 28 November 2025.

“Ini baru peringatan pertama. Mereka kami minta melakukan pemotongan sendiri. Jika dalam satu minggu tidak ada tindak lanjut, kami akan lakukan pemotongan paksa di semua lokasi,” tegas Andang.

Editor : A. Nandar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel wonosobo.diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

NasDem Wonosobo Soroti Cover Majalah Tempo, Dinilai Kurang Berimbang
Angin Kencang Rusak 20 Rumah di Garung Wonosobo Saat Hujan 4 Jam
Polisi Olah TKP Kecelakaan Kertek Pakai 3D, Lalu Lintas Sempat Ditutup
Lewat Dapur MBG, Yayasan Bina Keluarga Sehat Sejahtera Salurkan CSR 200 Kursi ke Pesantren di Wonosobo
Kecelakaan Beruntun Jalur Tengkorak Kertek Wonosobo, Korban Tewas Bertambah Jadi Dua Orang, Tiga Lainnya Luka-luka
Kecelakaan Beruntun di Jalur Tengkorak Kertek Wonosobo, Satu Tewas Empat Luka-luka
Perajin Tahu di Wonosobo Sesuaikan Produksi Imbas Kenaikan Harga Kedelai Impor
Pembangunan Sekolah Rakyat di Lahan PT Tambi Picu Polemik, Pemkab Wonosobo Siapkan Anggaran Pengganti Lapangan

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 14:12 WIB

NasDem Wonosobo Soroti Cover Majalah Tempo, Dinilai Kurang Berimbang

Senin, 13 April 2026 - 12:42 WIB

Angin Kencang Rusak 20 Rumah di Garung Wonosobo Saat Hujan 4 Jam

Senin, 13 April 2026 - 12:39 WIB

Polisi Olah TKP Kecelakaan Kertek Pakai 3D, Lalu Lintas Sempat Ditutup

Sabtu, 11 April 2026 - 12:54 WIB

Lewat Dapur MBG, Yayasan Bina Keluarga Sehat Sejahtera Salurkan CSR 200 Kursi ke Pesantren di Wonosobo

Kamis, 9 April 2026 - 10:06 WIB

Kecelakaan Beruntun Jalur Tengkorak Kertek Wonosobo, Korban Tewas Bertambah Jadi Dua Orang, Tiga Lainnya Luka-luka

Berita Terbaru