“Budaya tidak hanya dilestarikan, tapi juga harus dihidupkan di ruang-ruang belajar. Di sanalah masa depan identitas Jawa dibentuk,” tegas Musofa.
Ketua MGMP Bahasa Jawa SMA Kabupaten Wonosobo, Triana Kanthi Wati, menambahkan bahwa semangat para pendidik dalam acara tersebut menjadi bukti nyata komitmen pelestarian budaya.
Sebanyak 50 guru dari SMP, SMA, dan SMK mengikuti pelatihan dua hari untuk merancang strategi pembelajaran budaya yang lebih menarik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Hari ini kita tidak hanya belajar teori, tetapi juga menyusun cara agar budaya Jawa bisa hadir lebih dekat dengan kehidupan siswa. Ini tentang menjadikan budaya sebagai pengalaman, bukan sekadar hafalan,” tutur Triana.
Sementara itu, perwakilan Dinas Kebudayaan DIY, Setya Amrih Prasaja, berharap kegiatan ini mampu melahirkan rumusan kebijakan pendidikan budaya yang lebih implementatif.
Menurutnya, sekolah bisa menjadi ruang strategis dalam menghidupkan kembali nilai-nilai budaya lokal, terutama dengan dukungan teknologi digital.
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2

















