15 Sep 2026
instagram youtube tiktok linkedin pinterest

15 Sep 2026

Guru Jadi Garda Terdepan Pelestarian Budaya Jawa di Era Digital

- Penulis

Rabu, 19 November 2025 - 07:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Wonosobo, Musofa, saat membuka kegiatan Implementasi Kongres Kebudayaan Jawa III tingkat Kabupaten Wonosobo di Pendopo Selatan.

i

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Wonosobo, Musofa, saat membuka kegiatan Implementasi Kongres Kebudayaan Jawa III tingkat Kabupaten Wonosobo di Pendopo Selatan.

WONOSOBO – Dunia pendidikan memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan budaya Jawa di tengah derasnya arus modernisasi. Melalui tangan para guru, nilai, bahasa, hingga kekayaan budaya lokal dapat terus diwariskan kepada generasi muda dengan cara yang lebih kreatif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Wonosobo, Musofa, saat membuka kegiatan Implementasi Kongres Kebudayaan Jawa III tingkat Kabupaten Wonosobo di Pendopo Selatan, Senin (17/11/2025).

Baca Juga:  Jelang Nataru, Pemkab Wonosobo Aktifkan Siaga Lintas Sektor

Musofa menjelaskan bahwa hasil Kongres Kebudayaan Jawa III memunculkan berbagai arahan strategis yang perlu segera diterapkan di dunia pendidikan. Salah satunya adalah penguatan literasi budaya berbasis teknologi, agar pembelajaran budaya tidak terkesan kuno bagi siswa masa kini.

“Tantangan kita adalah bagaimana membuat pembelajaran budaya tetap relevan dan menarik bagi generasi muda. Penguatan bahasa dan sastra Jawa, dokumentasi budaya melalui media digital, serta pemanfaatan teknologi pembelajaran adalah langkah nyata yang harus ditempuh,” ujarnya.

Baca Juga:  Antisipasi Lonjakan Wisatawan, Bupati Wonosobo Cek Posko Nataru

Terkait rencana pengajuan Aksara Jawa ke UNESCO, Musofa menegaskan perlunya dukungan akademik yang kuat. Dalam hal ini, guru memegang peranan penting untuk menumbuhkan apresiasi siswa terhadap budaya dan aksara Jawa melalui kegiatan belajar yang kreatif.

Melalui kegiatan ini, Pemkab Wonosobo ingin membangun sinergi antara guru, sekolah, dan lembaga kebudayaan agar pelestarian budaya Jawa berjalan sejalan dengan dunia pendidikan modern. Langkah tersebut juga menjadi kontribusi penting menuju Kongres Kebudayaan Jawa IV mendatang.

Editor : A. Nandar

Follow WhatsApp Channel wonosobo.diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

PKB Wonosobo Regenerasi Kepengurusan, Ketua DPAC Dibatasi Maksimal 35 Tahun
Cegah Warga Jadi Korban TPPO, Imigrasi Wonosobo Bentuk 4 Desa Binaan
Latih Kemandirian, Santri Ponpes Entrepreneur Ar-Ridwan Wonosobo Unjuk Inovasi Produk
Capai Akreditasi Unggul, Unsiq Jateng Wisuda 928 Lulusan di Wonosobo
Kebakaran Rumah Warga Kalikuto Kertek Diduga Dipicu Korsleting Listrik
Berbekal KIP-K, Anak Pembuat Marning Jagung Asal Wonosobo Raih Wisudawan Terbaik UIN Walisongo
Polsek Sapuran Ringkus Pelaku Begal Payudara di Jalur Kalibawang Wonosobo
Patroli Tim URC Polres Wonosobo Intensif Cegah Kejahatan Jalanan

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 08:53 WIB

PKB Wonosobo Regenerasi Kepengurusan, Ketua DPAC Dibatasi Maksimal 35 Tahun

Senin, 14 September 2026 - 08:52 WIB

Cegah Warga Jadi Korban TPPO, Imigrasi Wonosobo Bentuk 4 Desa Binaan

Kamis, 3 September 2026 - 07:12 WIB

Latih Kemandirian, Santri Ponpes Entrepreneur Ar-Ridwan Wonosobo Unjuk Inovasi Produk

Rabu, 26 Agustus 2026 - 17:46 WIB

Capai Akreditasi Unggul, Unsiq Jateng Wisuda 928 Lulusan di Wonosobo

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:03 WIB

Kebakaran Rumah Warga Kalikuto Kertek Diduga Dipicu Korsleting Listrik

Berita Terbaru