Guru Jadi Garda Terdepan Pelestarian Budaya Jawa di Era Digital

- Penulis

Rabu, 19 November 2025 - 07:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Wonosobo, Musofa, saat membuka kegiatan Implementasi Kongres Kebudayaan Jawa III tingkat Kabupaten Wonosobo di Pendopo Selatan.

i

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Wonosobo, Musofa, saat membuka kegiatan Implementasi Kongres Kebudayaan Jawa III tingkat Kabupaten Wonosobo di Pendopo Selatan.

WONOSOBO – Dunia pendidikan memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan budaya Jawa di tengah derasnya arus modernisasi. Melalui tangan para guru, nilai, bahasa, hingga kekayaan budaya lokal dapat terus diwariskan kepada generasi muda dengan cara yang lebih kreatif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Wonosobo, Musofa, saat membuka kegiatan Implementasi Kongres Kebudayaan Jawa III tingkat Kabupaten Wonosobo di Pendopo Selatan, Senin (17/11/2025).

Musofa menjelaskan bahwa hasil Kongres Kebudayaan Jawa III memunculkan berbagai arahan strategis yang perlu segera diterapkan di dunia pendidikan. Salah satunya adalah penguatan literasi budaya berbasis teknologi, agar pembelajaran budaya tidak terkesan kuno bagi siswa masa kini.

“Tantangan kita adalah bagaimana membuat pembelajaran budaya tetap relevan dan menarik bagi generasi muda. Penguatan bahasa dan sastra Jawa, dokumentasi budaya melalui media digital, serta pemanfaatan teknologi pembelajaran adalah langkah nyata yang harus ditempuh,” ujarnya.

Baca Juga:  Rekomendasi 4 Pemandian Air Panas Wonosobo, Cocok untuk Liburan Sehat dan Healing

Terkait rencana pengajuan Aksara Jawa ke UNESCO, Musofa menegaskan perlunya dukungan akademik yang kuat. Dalam hal ini, guru memegang peranan penting untuk menumbuhkan apresiasi siswa terhadap budaya dan aksara Jawa melalui kegiatan belajar yang kreatif.

Melalui kegiatan ini, Pemkab Wonosobo ingin membangun sinergi antara guru, sekolah, dan lembaga kebudayaan agar pelestarian budaya Jawa berjalan sejalan dengan dunia pendidikan modern. Langkah tersebut juga menjadi kontribusi penting menuju Kongres Kebudayaan Jawa IV mendatang.

Editor : A. Nandar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel wonosobo.diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Stok Aman, Penebusan Pupuk Subsidi Wonosobo Kian Praktis Lewat Aplikasi i-Pubers
DPD Jateng : Musda Golkar Wonosobo Sah, Imam Teguh Purnomo Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Wonosobo
Unik, Bocah Kaliwiro Minta Naik Kuda Sebelum Cukur Rambut Gimbal di Hari Jadi Wonosobo
Lestarikan Tradisi, Tujuh Anak Ikuti Ruwat Cukur Rambut Gimbal di Wonosobo
M Abdullah Surati Bupati Purworejo Minta Kepastian Pengunduran Diri dari Dewan Pendidikan
Menengok Sanera Lounge, Wadah Santai dan Ruang Kreatif Baru di Wonosobo
Puncak Hari Jadi Wonosobo ke-201 Meriah dengan Prosesi Pisowanan Agung
Ratusan Peserta Ikuti Prosesi Tapa Bisu Hari Jadi Wonosobo

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:30 WIB

Stok Aman, Penebusan Pupuk Subsidi Wonosobo Kian Praktis Lewat Aplikasi i-Pubers

Senin, 27 Juli 2026 - 10:00 WIB

DPD Jateng : Musda Golkar Wonosobo Sah, Imam Teguh Purnomo Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Wonosobo

Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:24 WIB

Unik, Bocah Kaliwiro Minta Naik Kuda Sebelum Cukur Rambut Gimbal di Hari Jadi Wonosobo

Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:11 WIB

Lestarikan Tradisi, Tujuh Anak Ikuti Ruwat Cukur Rambut Gimbal di Wonosobo

Sabtu, 25 Juli 2026 - 09:08 WIB

M Abdullah Surati Bupati Purworejo Minta Kepastian Pengunduran Diri dari Dewan Pendidikan

Berita Terbaru