Jelang Hari Jadi ke-201, Forkopimda Wonosobo Ziarah ke Makam Bupati Pertama KRT Setjonegoro

- Penulis

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jajaran Pemkab Wonosobo saat menggelar ziarah ke makam Bupati Wonosobo pertama, Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Setjonegoro, di Desa Payaman, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, Selasa (21/7/2026).

i

Jajaran Pemkab Wonosobo saat menggelar ziarah ke makam Bupati Wonosobo pertama, Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Setjonegoro, di Desa Payaman, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, Selasa (21/7/2026).

WONOSOBO, DiengPost.com – Pemerintah Kabupaten Wonosobo menggelar ziarah ke makam Bupati Wonosobo pertama, Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Setjonegoro, di Desa Payaman, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, Selasa (21/7/2026).

Kegiatan itu menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-201 Kabupaten Wonosobo sekaligus penghormatan kepada para tokoh pendiri daerah.

Ziarah dipimpin Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala perangkat daerah, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Prosesi diawali dengan pembacaan sejarah KRT Setjonegoro, dilanjutkan doa bersama, tahlil, dan tabur bunga.

“KRT Setjonegoro merupakan Bupati Wonosobo pertama. Ketika Perang Jawa meletus, Wonosobo menjadi salah satu basis penting perjuangan Pangeran Diponegoro. Kondisi alam berupa hutan belantara dan perbukitan menjadikan wilayah ini sebagai tempat strategis untuk menyusun kekuatan dan strategi perjuangan melawan kolonial Belanda,” ujar Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat.

Menurut Afif, KRT Setjonegoro memiliki peran penting dalam sejarah pemerintahan Wonosobo. Selain menjadi bupati pertama, ia juga memindahkan pusat pemerintahan dari Selomerto ke kawasan yang kini menjadi pusat Kota Wonosobo.

Baca Juga:  Tanah Letter C Disertifikatkan Jadi Hak Pakai Desa, Ahli Waris Gugat Pemdes Jebengplampitan Wonosobo

Pemerintah Kabupaten Wonosobo menilai ziarah tidak hanya menjadi tradisi tahunan menjelang hari jadi daerah, tetapi juga menjadi sarana mengenalkan sejarah kepada masyarakat sekaligus mengingatkan bahwa pembangunan daerah merupakan hasil perjuangan para pendahulu.

“Tradisi ziarah ini penting untuk terus dilestarikan agar generasi penerus mengenal sejarah daerahnya dan menghargai perjuangan para pendahulu. Kemajuan Wonosobo yang kita rasakan hari ini merupakan hasil dari pengorbanan dan kerja keras para leluhur,” ujar Afif.

Editor : A. Nandar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel wonosobo.diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Stok Aman, Penebusan Pupuk Subsidi Wonosobo Kian Praktis Lewat Aplikasi i-Pubers
DPD Jateng : Musda Golkar Wonosobo Sah, Imam Teguh Purnomo Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Wonosobo
Unik, Bocah Kaliwiro Minta Naik Kuda Sebelum Cukur Rambut Gimbal di Hari Jadi Wonosobo
Lestarikan Tradisi, Tujuh Anak Ikuti Ruwat Cukur Rambut Gimbal di Wonosobo
M Abdullah Surati Bupati Purworejo Minta Kepastian Pengunduran Diri dari Dewan Pendidikan
Menengok Sanera Lounge, Wadah Santai dan Ruang Kreatif Baru di Wonosobo
Puncak Hari Jadi Wonosobo ke-201 Meriah dengan Prosesi Pisowanan Agung
Ratusan Peserta Ikuti Prosesi Tapa Bisu Hari Jadi Wonosobo

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:30 WIB

Stok Aman, Penebusan Pupuk Subsidi Wonosobo Kian Praktis Lewat Aplikasi i-Pubers

Senin, 27 Juli 2026 - 10:00 WIB

DPD Jateng : Musda Golkar Wonosobo Sah, Imam Teguh Purnomo Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Wonosobo

Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:24 WIB

Unik, Bocah Kaliwiro Minta Naik Kuda Sebelum Cukur Rambut Gimbal di Hari Jadi Wonosobo

Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:11 WIB

Lestarikan Tradisi, Tujuh Anak Ikuti Ruwat Cukur Rambut Gimbal di Wonosobo

Sabtu, 25 Juli 2026 - 09:08 WIB

M Abdullah Surati Bupati Purworejo Minta Kepastian Pengunduran Diri dari Dewan Pendidikan

Berita Terbaru