WONOSOBO, DiengPost.com – Kabupaten Wonosobo kembali mencatat prestasi di bidang ekonomi dengan menjadi daerah yang memiliki tingkat inflasi terendah di Jawa Tengah.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah, inflasi tahunan (year on year/y-on-y) Kabupaten Wonosobo pada Mei 2026 tercatat sebesar 2,36 persen, terendah dibandingkan kabupaten/kota lain di provinsi tersebut.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Wonosobo, Kristijadi, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil sinergi berbagai pihak dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Wonosobo secara konsisten melakukan berbagai langkah pengendalian inflasi, mulai dari pemantauan harga kebutuhan pokok, menjaga kelancaran distribusi barang, hingga memperkuat koordinasi bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
“Alhamdulillah, Wonosobo kembali menjadi daerah dengan tingkat inflasi terendah di Jawa Tengah. Ini menunjukkan bahwa upaya pengendalian harga dan menjaga ketersediaan pasokan kebutuhan masyarakat berjalan cukup efektif,” ujar Kristijadi.
Ia menjelaskan, rendahnya angka inflasi menjadi indikator penting bahwa daya beli masyarakat masih terjaga dan gejolak harga di pasar relatif terkendali. Kondisi tersebut dinilai memberikan dampak positif terhadap stabilitas ekonomi daerah dan mendukung iklim investasi di Kabupaten Wonosobo.
Kristijadi menambahkan, capaian tersebut tidak lepas dari dukungan seluruh pemangku kepentingan, termasuk instansi vertikal, pelaku usaha, distributor, dan masyarakat yang ikut berperan menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 Selanjutnya











