WONOSOBO, DiengPost.com – Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Wonosobo Melawan, yang terdiri dari mahasiswa dan pengemudi ojek online (ojol), menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Wonosobo, Jumat (26/6/2026).
Massa menyoroti pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak kepada masyarakat kecil serta berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.
Aksi diawali dengan berkumpul di Taman Selomanik, Wonosobo. Massa kemudian melakukan longmarch menuju Kantor Bupati Wonosobo. Dalam perjalanan, peserta aksi sempat berjalan melawan arus di jalur satu arah di pusat kota sehingga menyebabkan kemacetan di sejumlah ruas jalan utama.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Setibanya di depan Kantor Bupati, massa secara bergantian menyampaikan orasi. Mereka menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) masih menyisakan persoalan dari aspek transparansi, tata kelola, dan pengawasan pelaksanaannya.
Koordinator lapangan aksi, Ahmad Nursolih, mengatakan pihaknya tidak menolak Program MBG sebagai upaya pemenuhan gizi anak. Namun, ia meminta pelaksanaannya dilakukan secara transparan dan bebas dari praktik konflik kepentingan.
”Kami mendukung program yang benar-benar berpihak kepada rakyat. Tetapi, kami menolak apabila ada dugaan keterlibatan pejabat daerah dalam pengelolaan dapur MBG yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan. Program ini harus diawasi secara ketat agar tidak menjadi ruang bagi praktik korupsi dan penyalahgunaan kewenangan,” ujar Ahmad dalam orasinya.
Menurut Ahmad, pihaknya menerima berbagai informasi di lapangan mengenai adanya pejabat daerah dan pihak-pihak yang memiliki kedekatan dengan lingkaran kekuasaan yang diduga terafiliasi dengan pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di Wonosobo.
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 Selanjutnya











