14 Sep 2026
instagram youtube tiktok linkedin pinterest

14 Sep 2026

Implementasi MBG Dinilai Belum Ideal, Abdullah Dorong Pengawasan Lebih Ketat

- Penulis

Minggu, 1 Maret 2026 - 22:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah, turun langsung menyerap aspirasi masyarakat di Desa Tracap, Kecamatan Kaliwiro, Kabupaten Wonosobo, Sabtu (28/2/2026).

i

Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah, turun langsung menyerap aspirasi masyarakat di Desa Tracap, Kecamatan Kaliwiro, Kabupaten Wonosobo, Sabtu (28/2/2026).

WONOSOBO, DiengPost.com – Implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai belum berjalan ideal di sejumlah daerah. Temuan tersebut mengemuka saat Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah, turun langsung menyerap aspirasi masyarakat di Desa Tracap, Kecamatan Kaliwiro, Kabupaten Wonosobo, Sabtu (28/2/2026).

Kunjungan lapangan ini dilakukan untuk memastikan sejauh mana program unggulan pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Selain MBG, Abdullah juga menyoroti pelaksanaan program Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) yang dinilai perlu evaluasi menyeluruh.

Baca Juga:  Wonosobo Luncurkan YASSIN untuk Cek Keandalan Bangunan Pesantren

“Kita turun ke masyarakat karena banyak isu yang sedang bergulir, terutama soal MBG dan Kopdes Merah Putih. Kita ingin tahu kondisi realnya seperti apa dan kendala apa yang dihadapi masyarakat, karena tugas DPR salah satunya adalah pengawasan,” ujar Abdullah.

Abdullah menegaskan, berbagai temuan yang didapatkan di lapangan akan dibawa ke tingkat pusat. DPR RI akan menyampaikan persoalan tersebut ke Senayan sebagai bahan evaluasi bersama komisi terkait.

Konsep Program MBG Miliki Tujuan Jelas dan Baik

Menurutnya, secara konsep program MBG memiliki tujuan yang jelas dan baik. Program tersebut dirancang untuk mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak.

Baca Juga:  TPA Wonorejo Operasikan Hanggar, Kapasitas Olah 5 Ton per Hari

“Kalau dari konsep awal, MBG ini intinya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan memastikan suplai gizi anak-anak tercukupi,” katanya.

Namun dalam pelaksanaannya, Abdullah menilai masih terdapat ketidaksesuaian di sejumlah daerah. Temuan di lapangan menunjukkan adanya menu MBG yang dinilai belum memenuhi standar gizi sebagaimana yang ditetapkan.

Editor : A. Nandar

Follow WhatsApp Channel wonosobo.diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

PKB Wonosobo Regenerasi Kepengurusan, Ketua DPAC Dibatasi Maksimal 35 Tahun
Cegah Warga Jadi Korban TPPO, Imigrasi Wonosobo Bentuk 4 Desa Binaan
Latih Kemandirian, Santri Ponpes Entrepreneur Ar-Ridwan Wonosobo Unjuk Inovasi Produk
Capai Akreditasi Unggul, Unsiq Jateng Wisuda 928 Lulusan di Wonosobo
Kebakaran Rumah Warga Kalikuto Kertek Diduga Dipicu Korsleting Listrik
Berbekal KIP-K, Anak Pembuat Marning Jagung Asal Wonosobo Raih Wisudawan Terbaik UIN Walisongo
Polsek Sapuran Ringkus Pelaku Begal Payudara di Jalur Kalibawang Wonosobo
Patroli Tim URC Polres Wonosobo Intensif Cegah Kejahatan Jalanan

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 08:53 WIB

PKB Wonosobo Regenerasi Kepengurusan, Ketua DPAC Dibatasi Maksimal 35 Tahun

Senin, 14 September 2026 - 08:52 WIB

Cegah Warga Jadi Korban TPPO, Imigrasi Wonosobo Bentuk 4 Desa Binaan

Kamis, 3 September 2026 - 07:12 WIB

Latih Kemandirian, Santri Ponpes Entrepreneur Ar-Ridwan Wonosobo Unjuk Inovasi Produk

Rabu, 26 Agustus 2026 - 17:46 WIB

Capai Akreditasi Unggul, Unsiq Jateng Wisuda 928 Lulusan di Wonosobo

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:03 WIB

Kebakaran Rumah Warga Kalikuto Kertek Diduga Dipicu Korsleting Listrik

Berita Terbaru