WONOSOBO – Pembangunan Jalan Lingkar Selatan Kertek terus dikebut Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Wonosobo. Ruas ini disiapkan sebagai jalur alternatif untuk mengurai kemacetan Pasar Kertek saat arus mudik. Proyek mulai berjalan sejak 2024 dengan pembangunan dua jembatan utama.
Kepala DPUPR Wonosobo, Nurudin Ardiyanto menargetkan jalur sepanjang 1 kilometer dan lebar 8 meter itu dapat berfungsi sebelum Lebaran 2026. Percepatan pengadaan dan persiapan konstruksi terus dilakukan agar tahapan akhir bisa diselesaikan tepat waktu.
“Ruas Jalan Lingkar Selatan Kertek ini mulai dibangun bertahap sejak 2024. Satu jembatan sudah selesai, dan satu jembatan lagi targetnya rampung akhir tahun,” ujarnya Rabu (3/12/2025).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menyebut jalur ini akan membantu mengalihkan kendaraan dari Silomerto dan Purworejo tanpa harus melewati titik krodit Pasar Kertek. Tahun ini fokus pekerjaan meliputi badan jalan, saluran, dan penyelesaian dua jembatan Kalipaat.
Pendanaan proyek dilakukan secara kolaboratif melalui bantuan keuangan, APBD murni, serta dukungan provinsi dengan total nilai mencapai 10M. Pemerintah memastikan konstruksi berjalan bertahap karena pembebasan lahan telah dimulai sejak 2011.
“Pada 2026 kita lanjutkan dan menargetkan jalur ini bisa berfungsi sebelum H-7 Lebaran,” jelasnya.
Dua jembatan utama Kalipaat I dan Kalipaat II menjadi akses baru sepenuhnya. Setelah konstruksi dasar rampung tahun ini, DPUPR menyiapkan tahap akhir berupa pengaspalan sepanjang 400 meter pada 2026.
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 Selanjutnya

















