Ekonomi keluarganya sempat terpuruk dan dirinya menjadi pengangguran. Kondisi tersebut terjadi setelah pabrik kayu tempat Yuharni bekerja dinyatakan bangkrut dan resmi ditutup.
“Saya sempat menganggur setelah pabrik kayu tempat saya bekerja bangkrut. Namun berkat adanya program MBG ini, saya sekarang bisa kembali bekerja,” ujar Yuharni.
Nasib Yuharni berbalik total sejak 25 Agustus 2025 lalu. Kini ia aktif bekerja sebagai koordinator ompreng di Dapur Satuan Pelayanan Makan Bergizi (SPPG).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kini kehadiran bayi Muhammad MBG Subianto melengkapi kebahagiaan pasangan ini. Bayi tersebut menjadi simbol harapan baru bagi masa depan ekonomi keluarga mereka.
“Bagi kami, anak ini tidak hanya menjadi anggota baru di dalam keluarga, tetapi juga menjadi simbol harapan dan rasa terima kasih kami di Dusun Prigi,” pungkas Yuharni.
Penulis : Hamdan A.
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2











