“Jawabannya satu, ditanya siapa pun, saya itu ngantuk,” kata Sucipto menirukan pengakuan pengemudi saat dimintai keterangan di hadapan para pihak yang ikut dalam proses penyelesaian.
Pengakuan tersebut menjadi dasar evaluasi internal yang dilakukan Dieng Jeep Federasi terhadap anggotanya. Menurut Sucipto, kondisi fisik pengemudi merupakan faktor yang tidak boleh diabaikan, terlebih kendaraan jeep wisata setiap hari melayani wisatawan dengan rute yang didominasi tanjakan, turunan, serta tikungan khas kawasan dataran tinggi Dieng.
Ia menegaskan setiap pengemudi memiliki tanggung jawab untuk memastikan kondisi tubuh dalam keadaan sehat dan bugar sebelum membawa kendaraan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Apabila merasa lelah atau mengantuk, pengemudi seharusnya beristirahat terlebih dahulu demi menghindari risiko kecelakaan yang dapat membahayakan penumpang maupun pengguna jalan lainnya.
Selain melakukan pendampingan terhadap anggotanya, Dieng Jeep Federasi juga memastikan seluruh kerugian yang dialami korban menjadi tanggung jawab pengemudi.
Bentuk tanggung jawab tersebut telah disepakati oleh kedua belah pihak dalam proses musyawarah yang difasilitasi bersama pemerintah desa dan pihak-pihak terkait.
Sucipto menyebut penyelesaian dilakukan secara kekeluargaan dengan mengedepankan komunikasi antara pengemudi dan korban.
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya











