“Artinya, tingkat toleransi antar masyarakat dengan berbagai macam keyakinan dinilai baik. Kerukunan kita antar semua orang yang berbeda agama, juga baik sekali. Karena setiap tahun indeks kita terus naik,” ungkapnya.
Agus menilai keberagaman di Indonesia bukan ancaman. Justru menjadi kekuatan untuk memperkuat persatuan.
Ia juga menjelaskan, kerukunan beragama tercermin dari sikap saling menghormati dan bekerja sama dalam kehidupan sehari-hari.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Wujudnya, tidak ada paksaan. Setiap orang bebas jalankan ibadah sesuai keyakinan agamanya yang dijamin UUD 1945 Pasal 29. Saling respek, beda keyakinan tapi tetap mengucapkan selamat hari raya, jaga tempat ibadah tetangga,” paparnya.
Selain itu, masyarakat diharapkan tidak saling mengganggu antar pemeluk agama. Termasuk tidak menyebarkan kebencian atau merusak tempat ibadah.
Ia menambahkan, tujuan utama kerukunan adalah menjaga persatuan, menciptakan ketertiban, serta mendukung pembangunan daerah.
“Konsep tri kerukunan umat beragama bisa diwujudkan melalui kerukunan intern umat seagama, kerukunan antar umat beragama dan kerukunan umat beragama dengan pemerintah. Agama harus jadi solusi, bukan sumber masalah,” tegasnya.
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

















