Menurutnya, kontes juga menjadi forum berbagi pengalaman antarpeternak, mulai dari teknik penggemukan hingga penanganan penyakit ternak.
“Ini arena untuk mempertemukan peternak yang satu dengan yang lain, saling bertukar informasi bagaimana meningkatkan bobot sapi dan mengatasi penyakit,” ujarnya.
Ia menambahkan, kesejahteraan peternak menjadi indikator bergeraknya ekonomi masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kalau peternak sumringah, pendapatannya bagus, itu tandanya ekonomi bergerak dan daya beli masyarakat kuat. Potensi Wonosobo sebagai daerah pengembangan peternakan, khususnya sapi perah. Kebutuhan susu nasional masih belum terpenuhi, sehingga peluang pasar masih terbuka lebar,” ungkapnya.
“Produksi susu kita baru sekitar 23-25 persen dari kebutuhan nasional. Artinya masih ada sekitar 75 persen peluang yang bisa kita isi,” jelasnya.
Kontes ini juga menjadi ajang jual beli terbuka. Sapi yang dipamerkan bisa langsung ditawar di lokasi secara transparan. Pemerintah melalui Kementerian Pertanian turut memberikan dukungan hadiah lima ekor sapi berbobot di atas satu ton.
Di sisi lain, Ketua APPSI Wonosobo Feri Atanta menyampaikan keluhan peternak soal kondisi Pasar Hewan Wonolelo yang dinilai tidak layak.
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

















