Kerusakan jalan terlihat beberapa titik di sepanjang ruas Kalibeber-Deroduwur dengan panjang sekitar 6,4 kilometer. Kondisi serupa juga terjadi di ruas Mojosari-Gondang sepanjang kurang lebih 5,1 kilometer.
“Keluhannya sama, yaitu kondisi jalan yang rusak sudah terlalu parah dan tidak kunjung ada perbaikan,” kata Hendri.
Ruas Jalan Kalibeber-Deroduwur merupakan akses vital bagi aktivitas masyarakat. Jalan ini digunakan setiap hari untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, dan mobilitas warga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, jalur tersebut juga menjadi akses menuju kawasan wisata religi makam KH Muntaha Al Hafizh dan KH Asy’ari. Volume kendaraan yang melintas meningkat terutama pada akhir pekan.
“Ini akses jalan yang sangat vital. Setiap hari teman-teman bisa melihat sendiri bagaimana ramainya ruas jalan Kalibeber-Deroduwur dan kondisi jalannya seperti apa,” ujar Hendri.
Ia menyebut kerusakan jalan sudah berlangsung lama. Dalam kurun waktu tersebut, perbaikan yang dilakukan dinilai hanya bersifat tambal sulam.
Warga juga menilai kondisi jalan berdampak pada efisiensi waktu dan keselamatan pengguna jalan. Kerusakan dinilai semakin parah, terutama saat musim hujan.
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya

















