“Itu alarm demi alarm. Sungai banjir di Wanganaji, Jawar, sampai Buntung. Ini bukan kejadian pertama,” ujarnya.
Mantep menegaskan pentingnya menanamkan nilai ekologis kepada generasi muda sejak dini.
“Menanam itu kewajiban menjaga alam. Ini yang harus kita wariskan ke anak-anak dan generasi kita,” katanya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kegiatan tersebut, JATUBU melibatkan sekitar 300-400 peserta. Peserta berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD hingga SMP.
JATUBU berharap pengalaman tersebut menjadi kenangan dan kesadaran jangka panjang. Anak-anak diharapkan kelak menjadi pelaku sekaligus saksi pentingnya menjaga hutan.
Sementara itu, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Wonosobo, Kristiyugo, mengakui kondisi lingkungan di kawasan hulu sudah sangat memprihatinkan. Pemerintah daerah disebut memiliki keterbatasan dalam penanganan.
DLH menyambut baik langkah kolaboratif yang dilakukan JATUBU. Menurutnya, persoalan kerusakan hutan tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah saja.
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

















