WONOSOBO, DiengPost.com – Kondisi hutan di Kabupaten Wonosobo dinilai sudah memasuki fase kritis. Yayasan Jagat Tunas Bumi (JATUBU) bahkan mengancam akan turun ke jalan jika kerusakan lingkungan terus dibiarkan.
Sikap tegas itu disampaikan JATUBU dalam kegiatan Puncak Musim Tanam 2025 – Gerakan Penanaman Kopi Nusantara di Desa Kupangan, Kecamatan Sukoharjo, Kamis (5/2/2026).
Ketua JATUBU, Mantep Abdul Ghoni, menyebut saat ini pihaknya masih memilih jalur aksi nyata melalui penanaman dan perawatan hutan. Namun, sikap itu bisa berubah jika tidak ada keseriusan dari para pemangku kepentingan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Hari ini kita masih menanam dan berbuat. Tapi kalau nanti ada pemicu-pemicu, terutama dari stakeholder yang menguasai hutan, itu bisa membuat kami turun ke jalan,” tegasnya.
Ia menilai kerusakan hutan di Wonosobo sudah terlihat jelas di berbagai wilayah. Dampaknya berupa longsor, banjir, hingga perubahan fungsi lahan yang masif.
Sejumlah kejadian disebut sebagai bukti. Longsor terjadi di Gunung Kembang seluas sekitar 14 hektare, Patak Banteng sekitar 1,5 hektare, serta tujuh titik longsor di kawasan Menjer.
Mantep menyebut rangkaian bencana itu merupakan peringatan serius yang tak boleh diabaikan.
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

















