WONOSOBO, DiengPost.com – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Wonosobo mulai menggeser pola pengelolaan sektor pariwisata dengan membuka ruang lebih luas bagi keterlibatan pihak swasta.
Langkah tersebut diambil untuk menjaga keberlanjutan destinasi sekaligus memperbesar dampak ekonomi pariwisata di tengah keterbatasan sumber daya pemerintah daerah.
“Ke depan peran swasta dianggap penting untuk menjaga keberlangsungan destinasi dan meningkatkan manfaat ekonomi,” kata Kepala Disparbud Wonosobo Fahmi Hidayat saat kegiatan Family Trip (Famtrip) Bangga Berwisata di Wonosobo di Tambi Tea Resort, Kejajar, Selasa (13/1/2025).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Fahmi menjelaskan, kebijakan ini sejalan dengan program Bangga Berwisata Wonosobo yang dirancang untuk menghidupkan kembali gairah wisata daerah pegunungan.
Menurutnya, pengelolaan sektor wisata tidak lagi bisa bertumpu pada orientasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) semata, tetapi harus melihat dampak ekonomi yang lebih luas.
“Ini salah satu program kami membuat program bangga berwisata di wonosobo bisa menggeliat. Pengelolaan wisata tidak lagi bisa dilihat semata dari sisi Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ucapnya.
Data Disparbud menunjukkan, lonjakan wisatawan justru banyak terjadi di destinasi yang dikelola non-pemerintah dan memberikan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 Selanjutnya

















